Pemerintah terus berupaya melakukan revitalisasi sekolah-sekolah yang rusak di seluruh Indonesia dengan mengalokasikan dana sebesar Rp 14 triliun. Meski demikian, ternyata dana sebesar itu masih belum cukup untuk benar-benar menuntaskan revitalisasi sekolah yang rusak di Indonesia.
Anggaran Revitalisasi Sekolah Dinilai Kurang
Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menilai anggaran Rp 14 triliun yang disediakan pemerintah untuk melakukan revitalisasi sekolah sebenarnya tidak cukup. Menurut Ubaid, jika anggaran revitalisasi yang disediakan Rp 14 triliun, sementara target revitalisasinya 71.744 sekolah, maka satu sekolah hanya mendapatkan sekitar Rp 197 juta.
Dengan dana tersebut, setiap sekolah hanya bisa melakukan perbaikan minimal, belum termasuk kebutuhan untuk infrastruktur yang lebih besar. Ubaid menekankan bahwa angka tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal untuk merevitalisasi sekolah secara menyeluruh.
Pemerintah diharapkan dapat menambah alokasi anggaran atau mencari sumber pendanaan lain agar program revitalisasi sekolah dapat berjalan optimal. Kondisi sekolah yang rusak di berbagai daerah masih menjadi tantangan besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.



