Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin atas sikap netral yang mereka tunjukkan selama konflik bersenjata antara AS dan Iran. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam konferensi pers yang digelar di sela-sela pertemuan G7 di Evian-les-Bains, Prancis, pada Kamis (18/6/2026).
Trump Apresiasi Sikap Netral China dan Rusia
Dalam kesempatan tersebut, Trump menegaskan bahwa kedua pemimpin dunia itu telah bersikap netral selama perang berlangsung. “Saya hanya ingin berterima kasih kepada mereka karena mereka membuat keadaan jauh lebih baik,” ujar Trump seperti dilansir Reuters. Ia menambahkan bahwa sikap netral Xi Jinping dan Putin sangat membantu meredakan ketegangan.
Perjanjian Damai Iran-AS Ditandatangani
Sementara itu, babak baru rencana perdamaian antara Iran dan AS resmi dimulai setelah kedua presiden menandatangani dokumen perjanjian damai untuk mengakhiri perang. Trump menandatangani nota kesepahaman tersebut saat makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles, menyusul pertemuan KTT G7 pada Rabu (17/6) malam waktu setempat.
“Baru saja menandatanganinya,” kata Trump saat meninggalkan istana, sebagaimana diberitakan AFP pada Kamis (18/6/2026). Secara terpisah, pemerintah Iran juga mengonfirmasi penandatanganan dokumen kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan AS.
Penandatanganan Secara Elektronik
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa teks Memorandum of Understanding Islamabad telah diselesaikan dengan tanda tangan para presiden. “Sekarang saatnya untuk menguji implementasi perjanjian tersebut,” kata Baqaei seperti dikutip IRNA. Ia menjelaskan bahwa penandatanganan dilakukan secara elektronik dan jarak jauh oleh kedua presiden, dan upacara resmi dianggap tidak terlalu penting dalam rencana Iran.
Pemerintah Swiss sebelumnya mengumumkan bahwa upacara penandatanganan akan digelar pada Jumat (19/6) di sebuah hotel mewah di pegunungan yang menghadap Danau Lucerne. Acara tersebut akan dihadiri oleh Ketua Parlemen Iran Bagher Ghalibaf dan Wakil Presiden AS JD Vance.
“Ketika teks ditandatangani oleh pejabat tertinggi kedua negara, melanggarnya tentu akan menimbulkan biaya yang lebih besar. Mengingat pengalaman kami, kami lebih memilih hal ini terjadi,” tambah Baqaei.
Isi Perjanjian dan Langkah Selanjutnya
Teks perjanjian telah dirilis pada Rabu (17/6) oleh kedua belah pihak. Periode negosiasi selama dua bulan akan segera dimulai, dengan langkah pertama berupa pembukaan kembali Selat Hormuz. Langkah ini diharapkan dapat memulihkan stabilitas kawasan dan kelancaran jalur perdagangan internasional.



