Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) mengungkapkan kemungkinan mengalokasikan anggaran bagi para peneliti, baik dosen maupun mahasiswa, untuk mempercepat proses publikasi jurnal ilmiah. Rencana ini diambil sebagai langkah responsif terhadap mahalnya biaya publikasi jurnal ilmiah (Article Processing Charge/APC), terutama untuk jurnal internasional.
Keluhan Soal Biaya Publikasi
"Sering ada kegelisahan bagaimana dosen-dosen ini untuk mempublikasikan jurnal, mempublikasikan artikel ilmiah itu. Kemudian jurnal-jurnal ilmiah berasal dari luar negeri biayanya mahal," ujar Brian Yuliarto dalam raker bersama Komisi X DPR RI, di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).
Brian juga menyoroti bahwa jurnal publikasi ilmiah di Indonesia membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan review sebelum diterbitkan. Hal ini menjadi kendala bagi para peneliti dalam menyebarluaskan hasil penelitian mereka.
Solusi yang Diusulkan
Pemerintah tengah mengkaji skema pendanaan yang dapat meringankan beban biaya publikasi. Selain itu, percepatan proses review juga menjadi perhatian agar publikasi ilmiah Indonesia lebih kompetitif di tingkat internasional.
Dengan adanya alokasi anggaran khusus, diharapkan para peneliti dapat lebih fokus pada riset tanpa terbebani biaya publikasi yang tinggi. Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan jumlah publikasi ilmiah Indonesia yang terindeks secara global.



