Asesmen Literasi dan Numerasi Digelar di MPLS 2026 untuk Petakan Kemampuan Awal Siswa SMP
Asesmen Literasi Numerasi MPLS 2026 Petakan Kemampuan Awal Siswa

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 memasukkan Asesmen Literasi Membaca dan Numerasi sebagai salah satu kegiatan wajib bagi peserta didik baru jenjang SMP kelas 7. Asesmen ini dirancang untuk memetakan kemampuan awal siswa dalam memahami bacaan, mengolah informasi, serta menerapkan konsep matematika dasar dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Tujuan Asesmen: Pemetaan, Bukan Penilaian

Hasil asesmen tidak digunakan untuk memberikan nilai, peringkat, atau menentukan kelulusan siswa. Sebaliknya, data yang diperoleh menjadi acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan masing-masing murid. Pendekatan ini menekankan pada fungsi diagnostik, bukan selektif.

Contoh Soal Literasi Membaca

Dalam pelaksanaannya, siswa akan dihadapkan pada beberapa teks bacaan. Berikut adalah contoh Teks 1 yang digunakan untuk soal nomor 1-5:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Teks 1
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Salah satu warisan budaya yang terkenal adalah batik. Batik tidak hanya sekadar kain, tetapi juga mengandung filosofi dan nilai-nilai luhur. Setiap motif batik memiliki makna tersendiri. Misalnya, motif parang melambangkan keberanian dan kekuatan, sedangkan motif kawung melambangkan persatuan dan kesucian. UNESCO telah mengakui batik sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2009. Pengakuan ini membuat batik semakin dikenal di dunia internasional. Kini, batik tidak hanya digunakan dalam acara formal, tetapi juga menjadi bagian dari fashion sehari-hari.

Soal-soal yang diberikan biasanya menguji kemampuan siswa dalam menemukan informasi tersurat, menyimpulkan isi bacaan, dan mengidentifikasi makna kata atau frasa dalam konteks tertentu.

Manfaat Asesmen bagi Guru dan Siswa

Dengan pemetaan awal ini, guru dapat menyesuaikan metode pengajaran, memberikan pendampingan lebih intensif pada siswa yang membutuhkan, serta mengembangkan materi pengayaan bagi yang sudah mahir. Bagi siswa, asesmen ini menjadi cerminan awal tentang kemampuan literasi dan numerasi mereka, sehingga mereka dapat lebih termotivasi untuk belajar.

Informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan MPLS 2026 dan contoh soal dapat diakses melalui portal resmi Kemendikbud atau laman berita terkait.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga