Program pembekalan bagi penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Kegiatan yang merupakan bagian dari Persiapan Keberangkatan (PK) ini diikuti oleh para awardee jenjang magister (S2) dan doktor (S3), baik yang akan melanjutkan studi di dalam maupun luar negeri. Berbagai pihak, termasuk LPDP, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, dan TNI, telah memberikan pernyataan resmi untuk mengklarifikasi tujuan dan pelaksanaan kegiatan tersebut.
LPDP: Penguatan Karakter dan Nilai Kebangsaan
Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP, M Lukmanul Hakim, menjelaskan bahwa pelibatan TNI dalam PK bukanlah hal baru. Kegiatan ini telah diselenggarakan secara berkelanjutan sejak awal program beasiswa LPDP digulirkan. Menurutnya, PK bertujuan untuk membekali penerima beasiswa dengan penguatan karakter, nilai kebangsaan, kepemimpinan, etika, serta kesiapan mental dan sosial. Hal ini diharapkan dapat membuat para awardee menjalani masa studi secara optimal dan bertanggung jawab sebagai penerima beasiswa negara.
TNI: Fokus pada Mental, Disiplin, dan Cinta Tanah Air
TNI Angkatan Udara (AU) mengonfirmasi bahwa mereka memfasilitasi pelaksanaan PK LPDP di Lanud Halim Perdanakusuma pada 4-9 Mei 2026. Kepala Dinas Penerangan AU, Marsma TNI I Nyoman Suadnyana, menyatakan bahwa materi yang diberikan difokuskan pada penguatan kesiapan mental, kedisiplinan, kepemimpinan, dan cinta tanah air. Pemateri berasal dari berbagai instansi pemerintahan, termasuk personel Lanud Halim yang diminta mengisi sesuai permintaan. Program ini diikuti oleh penerima beasiswa S2 dan S3 untuk studi dalam dan luar negeri.
Menkeu Purbaya: Bukan untuk Perang, tapi untuk Nasionalisme
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pembekalan dari TNI bukan bertujuan militer, melainkan untuk memperkuat disiplin dan rasa nasionalisme para peserta. Latihan fisik seperti sit-up dan push-up merupakan bagian dari pembentukan karakter dan kedisiplinan. Purbaya menekankan pentingnya hal ini agar penerima beasiswa tetap memiliki rasa cinta tanah air saat menempuh pendidikan di luar negeri. Ia mengaku enggan melihat penerima beasiswa LPDP menghina negara sendiri setelah diberangkatkan ke luar negeri.
Mengenai anggaran tambahan untuk pelibatan TNI, Purbaya menyebut nilainya relatif kecil dan masih tergolong investasi. Biaya tersebut sebanding dengan dana besar yang telah dikeluarkan negara untuk membiayai pendidikan para awardee di luar negeri. Menurutnya, tambahan biaya ini penting untuk memastikan penerima beasiswa kembali dan berkontribusi bagi Indonesia setelah menyelesaikan studinya. Jika tidak kembali, kerugian negara akan jauh lebih besar.
Fokus ke Depan: Bidang STEM
Purbaya juga mengungkapkan bahwa kebijakan LPDP ke depan akan lebih fokus pada bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Ia menilai selama ini masih banyak penerima beasiswa yang mengambil jurusan non-STEM, padahal kebutuhan pembangunan ke depan sangat bergantung pada penguasaan teknologi. Hal ini diungkapkan setelah pertemuannya dengan para awardee di New York dan Washington DC, di mana sebagian besar dari mereka mengambil jurusan non-STEM.



