Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, memberikan tanggapan terkait wacana program 1 Kampus 1 Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis). Dalam keterangannya, ia menyatakan bahwa konsep tersebut boleh dikaji lebih lanjut, tetapi bukan di UI.
Penjelasan Rektor UI
Menurut Rektor UI, program 1 Kampus 1 Dapur MBG merupakan inisiatif yang menarik. Namun, ia menekankan bahwa UI memiliki prioritas dan fokus yang berbeda. "Silakan dikaji, tetapi bukan di UI," ujarnya tegas. Ia menambahkan bahwa UI saat ini lebih berkonsentrasi pada pengembangan akademik dan riset yang berdampak luas bagi masyarakat.
Alasan Penolakan
Rektor UI menjelaskan beberapa alasan mengapa program tersebut tidak cocok diterapkan di UI. Pertama, kampus UI sudah memiliki program-program sosial yang berjalan, seperti pemberian beasiswa dan bantuan pangan bagi mahasiswa kurang mampu. Kedua, implementasi dapur MBG membutuhkan infrastruktur dan sumber daya yang besar, yang dinilai kurang relevan dengan visi UI sebagai universitas riset kelas dunia.
"Kami tidak ingin program yang bersifat populis mengganggu fokus utama kami dalam mencetak lulusan berkualitas dan menghasilkan riset inovatif," tegasnya.
Dukungan untuk Kampus Lain
Meskipun menolak untuk UI, Rektor UI mendukung jika program 1 Kampus 1 Dapur MBG diterapkan di kampus-kampus lain yang membutuhkan. Ia menyarankan agar konsep ini dikaji secara matang oleh pihak terkait, termasuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta perguruan tinggi yang berminat.
"Kami terbuka untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman, tetapi UI bukan tempat yang tepat untuk proyek percontohan ini," pungkasnya.
Tanggapan Mahasiswa
Sebagian mahasiswa UI mendukung pernyataan rektor. Mereka menilai bahwa program tersebut lebih cocok untuk kampus-kampus di daerah yang masih kekurangan akses pangan bergizi. Namun, ada juga yang berharap UI tetap berkontribusi dalam program nasional ini meskipun tidak secara langsung.
Program 1 Kampus 1 Dapur MBG sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menyediakan makanan bergizi gratis bagi mahasiswa. Namun, implementasinya masih memerlukan kajian lebih lanjut terkait anggaran, tenaga, dan dampaknya terhadap kegiatan akademik.



