Gangguan pada KRL rute Duri-Tangerang yang terjadi pada Selasa sore, 26 Mei 2026, memaksa sejumlah warga mencari alternatif transportasi. Salah satunya adalah Tsalfa, seorang pekerja swasta di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. Ia memilih menggunakan Kereta Bandara untuk pulang ke Tangerang.
Kepadatan di Stasiun Sudirman
Tsalfa tiba di Stasiun Sudirman pukul 18.50 WIB dan mendapati antrean panjang hingga ke depan pintu stasiun. Ia sudah mengetahui gangguan KRL dari media sosial, namun tetap mencoba naik KRL. Melihat kondisi yang lebih padat dari biasanya, ia memutuskan beralih ke KA Bandara.
Alasan Memilih KA Bandara
Tsalfa khawatir jika turun di Stasiun Duri, situasi masih kacau karena jalur KA Bandara ikut terdampak. Ia memilih naik KA Bandara agar bisa duduk dan menghindari ketidakpastian jadwal kereta. Kereta Bandara yang ditumpanginya berangkat pukul 20.00 WIB dari Stasiun Sudirman menuju Stasiun Batu Ceper, lalu transit ke Stasiun Tangerang.
Dampak Gangguan KRL
Ruang tunggu KA Bandara di Stasiun Sudirman tampak lebih padat malam itu. Tsalfa menduga kepadatan disebabkan kombinasi gangguan KRL dan menjelang Lebaran. Sebelumnya, KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas gangguan sarana pada Commuter Line No. 1978A relasi Duri-Tangerang yang terjadi pukul 17.05 WIB di jalur hulu antara Stasiun Duri dan Stasiun Rawabuaya.
Penanganan Gangguan
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menjelaskan bahwa gangguan tersebut berdampak pada Listrik Aliran Atas (LAA) yang harus dipadamkan. Petugas segera melakukan koordinasi dan penanganan di lokasi. Listrik aliran atas berhasil dinyalakan kembali pukul 17.56 WIB, dan Commuter Line No. 1978A digandeng menuju jalur tiga Stasiun Rawabuaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi gangguan transportasi umum di wilayah Jabodetabek.



