Film Supergirl diperkirakan akan mengakhiri akhir pekan keempatnya di bioskop dengan pendapatan hanya 1,4 juta dolar AS (sekitar Rp 25 miliar). Angka ini menandai penurunan 62 persen dari akhir pekan ketiga, sekaligus menjadi pendapatan domestik akhir pekan keempat terendah untuk film dalam jagat DCEU (DC Extended Universe) atau DCU (DC Universe) mana pun.
Penurunan Tercepat dalam Sejarah DC
Selain mencatat rekor terendah, Supergirl juga mengalami penurunan tercepat dari posisi 5 besar domestik dalam sejarah franchise DC selama akhir pekan ketiganya. Pemegang rekor sebelumnya adalah Shazam! Fury of the Gods (2023) yang menghasilkan pendapatan kotor sebesar 1,6 juta dolar AS pada periode yang sama.
Pencapaian ini tentu menjadi sinyal negatif bagi masa depan film tersebut di pasar Amerika Serikat. Analis box office mencatat bahwa penurunan drastis ini menunjukkan kurangnya minat penonton terhadap film yang dibintangi oleh aktris muda tersebut.
Perbandingan dengan Film DC Lain
Untuk konteks, film DC sebelumnya seperti The Flash dan Blue Beetle juga mengalami penurunan signifikan, tetapi tidak separah Supergirl. Bahkan, Shazam! Fury of the Gods yang sebelumnya memegang rekor terendah masih mampu mengumpulkan 1,6 juta dolar AS pada akhir pekan keempatnya.
Data ini menempatkan Supergirl sebagai salah satu film DC dengan performa terburuk di box office domestik. Belum ada pernyataan resmi dari Warner Bros. mengenai strategi distribusi selanjutnya.



