Penembakan Mengerikan di Kampus Teknik Rusia, Petugas Keamanan Tewas
Penembakan di Kampus Rusia, 1 Tewas dan 3 Luka

Penembakan Mengerikan di Kampus Teknik Rusia, Petugas Keamanan Tewas

Sebuah insiden penembakan yang mengerikan terjadi di sebuah perguruan tinggi teknik di kota Anapa, wilayah Krasnodar, Rusia selatan. Seorang mahasiswa melakukan aksi penembakan yang menewaskan seorang petugas keamanan dan melukai tiga orang lainnya. Kejadian ini terjadi pada hari Rabu (11/2/2026) waktu setempat, menambah kekhawatiran akan meningkatnya kekerasan di institusi pendidikan di Rusia.

Kronologi Insiden Penembakan

Menurut laporan dari Kepolisian Rusia dan Gubernur setempat Veniamin Kondratyev, pelaku yang merupakan seorang mahasiswa melepaskan tembakan di kampus tersebut. Petugas keamanan yang menjadi korban tewas disebutkan sebagai orang pertama yang terkena tembakan. Gubernur Kondratyev memuji reaksi cepat petugas tersebut, yang segera menghubungi aparat penegak hukum dan berhasil mencegah pelaku memasuki gedung perguruan tinggi teknik.

"Dia mencegah pelaku memasuki perguruan tinggi teknik," tegas Kondratyev dalam pernyataannya. Dua orang lainnya dilaporkan menderita cedera sedang, sementara jumlah korban secara keseluruhan masih dalam proses klarifikasi oleh pihak berwenang. Kondratyev menyebut insiden ini sebagai "kejahatan yang mengerikan", mencerminkan keprihatinan mendalam atas tragedi tersebut.

Peningkatan Kekerasan di Institusi Pendidikan Rusia

Penembakan di Anapa ini terjadi dalam konteks peningkatan serangan kekerasan di sekolah dan universitas di Rusia. Dulunya, insiden semacam ini jarang terjadi, namun belakangan menjadi lebih sering. Dalam beberapa bulan terakhir, otoritas Rusia telah melaporkan serangkaian kejadian serupa, termasuk:

  • Serangan penikaman di sebuah universitas di Ural
  • Penikaman di sebuah sekolah di Siberia oleh seorang siswi
  • Serangan penembakan oleh seorang siswa di Rusia tengah

Insiden di Anapa terjadi hanya sehari setelah kepala dinas keamanan Rusia, FSB, Alexander Bortnikov, menyerukan kepada para pemimpin regional untuk meningkatkan upaya pencegahan kekerasan di sekolah. Bortnikov menyatakan dalam sidang Komite Anti-Terorisme Nasional bahwa "langkah-langkah pencegahan di kalangan anak muda tidak cukup".

Tanggapan dan Investigasi Lanjutan

Penyelidik telah menahan pelaku penembakan di Anapa. Rekaman yang belum terverifikasi di media sosial menunjukkan seorang pemuda mengenakan pakaian hitam dengan tangan terangkat di dekat pintu masuk kampus, yang didekorasi dengan gambar-gambar kemenangan Uni Soviet melawan Nazi. Meskipun rekaman ini belum dikonfirmasi kebenarannya, hal ini menunjukkan bagaimana insiden tersebut menarik perhatian publik.

Bortnikov juga memperingatkan bahwa "musuh" berupaya mengeksploitasi kaum muda melalui media sosial, menekankan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap platform digital. Peningkatan serangan ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas langkah-langkah keamanan dan pencegahan di institusi pendidikan Rusia.

Kota Anapa sendiri terletak di Laut Hitam dan dekat dengan Krimea yang dianeksasi Moskow, menambah dimensi geografis pada insiden ini. Meskipun tidak ada indikasi langsung terkait konflik regional, kejadian ini tetap menjadi perhatian serius bagi otoritas setempat dan nasional.