KKB Pimpinan Aibon Kogoya Serang Pos Tambang di Nabire, Dua Korban Tewas Terbakar
KKB Serang Pos Tambang di Nabire, Dua Tewas Terbakar

KKB Pimpinan Aibon Kogoya Serang Pos Tambang di Nabire, Dua Korban Tewas Terbakar

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dipimpin oleh Aibon Kogoya telah melancarkan serangan terhadap pos milik PT Kristalin di Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Insiden kekerasan ini terjadi pada Sabtu, 21 Februari 2026, sekitar pukul 15.00 WIT, dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, membenarkan adanya penyerangan tersebut. Ia menyatakan bahwa korban tewas ditemukan dalam keadaan tidak utuh, sehingga identitas mereka, apakah warga sipil atau aparat keamanan, belum dapat dipastikan. Tim gabungan dari kepolisian langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) yang berjarak sekitar satu jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat.

Evakuasi dan Investigasi Berlangsung

Setibanya di lokasi, tim segera mengamankan warga setempat dan mengevakuasi kedua jenazah ke Nabire untuk dilakukan autopsi guna memastikan identitas korban. Samuel Tatiratu menambahkan bahwa pihaknya masih menyelidiki kemungkinan hilangnya senjata api dalam serangan ini.

Sebagai langkah pencegahan, sekitar 100 orang pendulang emas di kawasan Legari, Nabire, telah dievakuasi ke daerah yang lebih aman. Evakuasi ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi ancaman lebih lanjut dari KKB pimpinan Aibon Kogoya.

Dampak dan Respons Keamanan

Serangan ini menambah daftar aksi kekerasan yang dilakukan oleh KKB di wilayah Papua, yang seringkali menargetkan fasilitas tambang dan infrastruktur lainnya. Insiden ini terjadi dalam konteks upaya pemulihan keamanan di Papua, termasuk di bandara-bandara perintis, seperti yang diungkapkan oleh Kogabwilhan III Letjen TNI Bambang Trisnohadi.

Pihak berwenang terus memantau situasi dan berkoordinasi untuk memastikan keamanan warga serta menindaklanjuti investigasi terhadap kelompok bersenjata tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat keamanan setempat.