Militer AS Serang 3 Kapal Diduga Penyelundup Narkoba, 11 Orang Tewas
Washington DC - Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap tiga kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba di wilayah Samudra Pasifik bagian timur dan Laut Karibia. Operasi militer ini mengakibatkan tewasnya 11 orang, tanpa ada korban dari pihak pasukan AS.
Detail Korban dan Lokasi Serangan
Menurut pernyataan resmi dari Komando Selatan AS yang diunggah di platform media sosial X, korban tewas terbagi dalam tiga kapal yang berbeda. Empat orang tewas di kapal pertama di Pasifik Timur, empat orang lagi di kapal kedua di wilayah yang sama, dan tiga orang di kapal ketiga yang berada di perairan Karibia. Tidak ada laporan mengenai cedera atau kerugian di sisi militer AS dalam insiden ini.
Unggahan tersebut juga dilengkapi dengan video yang menunjukkan momen serangan terhadap ketiga kapal tersebut. Dalam rekaman itu, dua kapal terlihat dalam keadaan diam saat dihantam, sementara kapal ketiga bergerak dengan kecepatan tinggi di perairan. Sebelum serangan terjadi, terlihat adanya aktivitas manusia di dua kapal yang menjadi sasaran.
Eskalasi Operasi dan Kontroversi Hukum
Serangan ini merupakan bagian dari operasi yang dimulai oleh Amerika Serikat sejak awal September, yang telah menewaskan lebih dari 140 orang dan menghancurkan puluhan kapal yang diduga terkait perdagangan narkoba. Pemerintahan Presiden Donald Trump bersikeras bahwa mereka sedang berperang melawan apa yang disebut sebagai 'teroris narkoba' yang beroperasi di Amerika Latin.
Namun, operasi ini menuai kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk ahli hukum internasional dan kelompok hak asasi manusia. Mereka menyoroti bahwa Washington belum memberikan bukti konkret bahwa kapal-kapal yang diserang benar-benar terlibat dalam penyelundupan narkoba. Hal ini memicu perdebatan sengit mengenai legalitas serangan tersebut, dengan banyak yang menilai tindakan ini sebagai pembunuhan di luar hukum karena menargetkan warga sipil yang tidak menimbulkan ancaman langsung bagi keamanan AS.
Konteks Strategis dan Implikasi Regional
Washington telah mengerahkan kekuatan angkatan laut yang signifikan di kawasan Karibia dalam beberapa bulan terakhir. Selain serangan terhadap kapal-kapal narkoba, pasukan AS juga dilaporkan melakukan penyitaan kapal tanker minyak dan operasi mengejutkan untuk menangkap pemimpin sayap kiri Venezuela, Nicolas Maduro. Langkah-langkah ini menunjukkan eskalasi militer AS di wilayah tersebut, yang berpotensi memengaruhi stabilitas politik dan keamanan di Amerika Latin.
Operasi militer AS ini terus menjadi sorotan, dengan banyak pihak mempertanyakan dasar hukum dan dampak kemanusiaannya. Perdebatan ini diperkirakan akan berlanjut seiring dengan intensifikasi kampanye anti-narkoba oleh pemerintah AS di kawasan tersebut.