Ancaman Bom Palsu di Rumah Kakak Paus Leo XIV di Chicago, Polisi Selidiki
Ancaman Bom Palsu di Rumah Kakak Paus Leo, Polisi Selidiki

Ancaman Bom Palsu Gegerkan Rumah Kakak Paus Leo XIV di Chicago

Insiden ancaman bom yang sempat membuat heboh terjadi di rumah John Prevost, kakak dari Paus Leo XIV, yang berlokasi di area New Lenox, Chicago, Illinois, Amerika Serikat. Kejadian ini dilaporkan pada Rabu (15/4/2026) malam, menimbulkan kekhawatiran di tengah ketegangan politik yang melibatkan pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut.

Polisi Konfirmasi Ancaman Tidak Berdasar

Departemen Kepolisian New Lenox dalam pernyataannya mengakui adanya laporan ancaman bom di rumah Prevost. Namun, setelah pemeriksaan menyeluruh yang melibatkan anjing pelacak bom, pihak berwenang menyatakan bahwa ancaman tersebut tidak berdasar. Tidak ada alat peledak atau bahan berbahaya yang ditemukan di lokasi, sehingga warga yang sempat dievakuasi telah diizinkan kembali ke rumah masing-masing.

"Setelah pemeriksaan cermat, para penyelidik menentukan bahwa ancaman tersebut tidak berdasar dan tidak ada alat peledak atau bahan berbahaya yang ditemukan," tegas Departemen Kepolisian New Lenox. Tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam insiden ini, namun penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap pelaku dan motif di balik laporan palsu tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Konteks Ketegangan Politik dengan Donald Trump

Ancaman bom ini muncul dalam situasi politik yang memanas, setelah Presiden AS Donald Trump menyerang secara verbal Paus Leo XIV pada Minggu (12/4/2026). Trump mengkritik Paus Leo, yang memiliki nama lengkap Robert Francis Prevost dan berasal dari Chicago, atas pernyataannya yang mengecam perang AS terhadap Iran. Meskipun mengkritik Paus Leo sebagai terlalu liberal dan lemah dalam isu kriminal, Trump memuji kakak tertua Paus Leo, Louis Prevost, yang tinggal di Florida, dengan klaim bahwa Louis mendukung gerakan MAGA.

Dalam postingan media sosial, Trump menyatakan, "Louis sepenuhnya pendukung MAGA. Dia mengerti, dan Leo tidak!" Pernyataan ini memperuncing hubungan antara pemimpin AS dan Paus Leo, yang telah vokal mengkritik perang dan menyebut dunia "sedang dihancurkan oleh segelintir tiran" dalam pidatonya di Kamerun pada Kamis (16/4/2026).

Penyelidikan Berlanjut atas Laporan Palsu

Pihak kepolisian setempat menegaskan bahwa insiden ancaman bom palsu ini masih dalam penyelidikan intensif. Otoritas berupaya melacak asal-usul laporan tersebut, dengan mengingatkan bahwa menyampaikan laporan palsu merupakan pelanggaran serius yang dapat berujung pada dakwaan pidana. Motif di balik ancaman ini belum diketahui secara jelas, namun diduga terkait dengan ketegangan politik yang melibatkan keluarga Prevost.

Paus Leo XIV, sebagai pemimpin Gereja Katolik dengan 1,4 miliar anggota di seluruh dunia, terus menjadi sorotan atas kritiknya terhadap kebijakan perang. Insiden ini menyoroti bagaimana konflik verbal di tingkat tinggi dapat memicu aksi-aksi yang mengganggu keamanan publik, bahkan di tingkat lokal seperti di Chicago.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga