Kisah Wafi: Marbot Masjid Raih Predikat Wisudawan Terbaik UIN
Seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) bernama Wafi berhasil mencuri perhatian publik setelah meraih predikat wisudawan terbaik. Prestasi ini semakin istimewa karena Wafi menjalani kuliah sambil bekerja sebagai marbot masjid. Kisahnya menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah halangan untuk meraih kesuksesan akademik.
Perjuangan Wafi Selama Kuliah
Wafi menceritakan bahwa ia harus membagi waktu antara kuliah dan tugas sebagai marbot masjid. Setiap hari, ia bangun subuh untuk membuka masjid, membersihkan area masjid, dan membantu kegiatan keagamaan. Setelah itu, ia bergegas ke kampus untuk mengikuti perkuliahan. Meskipun lelah, Wafi tidak pernah mengeluh dan tetap bersemangat menuntut ilmu.
“Saya sadar bahwa pendidikan adalah kunci masa depan. Saya tidak ingin menyerah hanya karena harus bekerja. Justru pengalaman sebagai marbot mengajarkan saya disiplin dan tanggung jawab,” ujar Wafi.
Dukungan dari Keluarga dan Lingkungan
Wafi mengaku bahwa dukungan dari keluarga dan teman-teman sangat berarti baginya. Orang tuanya selalu memotivasi untuk terus belajar, meskipun kondisi ekonomi pas-pasan. Selain itu, pengurus masjid juga memberikan kelonggaran waktu sehingga Wafi bisa mengatur jadwal kuliah dengan baik.
“Alhamdulillah, pengurus masjid sangat memahami. Mereka memberi izin jika ada jadwal ujian atau tugas penting. Saya juga sering belajar di masjid setelah selesai bertugas,” tambahnya.
Prestasi Akademik yang Gemilang
Tak hanya lulus tepat waktu, Wafi berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi di fakultasnya. Ia juga aktif dalam kegiatan organisasi kampus dan pernah menjadi juara lomba karya tulis ilmiah. Prestasi ini membuatnya dinobatkan sebagai wisudawan terbaik pada sidang senat terbuka UIN.
Rektor UIN dalam sambutannya mengapresiasi perjuangan Wafi. “Kisah Wafi adalah inspirasi bagi kita semua. Ia membuktikan bahwa kerja keras dan keimanan dapat mengantarkan seseorang pada puncak kesuksesan,” kata rektor.
Pesan untuk Mahasiswa Lain
Wafi berpesan kepada mahasiswa lain untuk tidak mudah menyerah dalam mengejar mimpi. “Jangan pernah merasa rendah diri karena harus bekerja sambil kuliah. Anggap itu sebagai proses pembelajaran hidup. Yang terpenting adalah niat dan usaha yang maksimal,” pesannya.
Ke depannya, Wafi berencana untuk melanjutkan studi ke jenjang magister dan tetap aktif dalam kegiatan keagamaan. Ia berharap kisahnya bisa memotivasi banyak orang untuk terus berjuang meski dalam keterbatasan.



