Markas Judi Online di Hayam Wuruk, Pramono Minta Hukuman Berat
Pramono Minta Hukuman Berat Pelaku Judi Online di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara terkait pengungkapan markas operasional judi online jaringan internasional di kawasan perkantoran Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Ia menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, dalam memberantas praktik ilegal tersebut.

Dukungan Penuh untuk Penindakan

Pramono menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan penuh atas tindakan tegas yang diambil oleh aparat, termasuk penggerebekan dan penyitaan aset. Ia berharap penindakan ini tidak setengah-setengah sehingga dapat menimbulkan efek jera bagi siapa pun yang berniat melakukan judi online di Jakarta.

Praktik Ilegal Tanpa Izin

Gubernur menegaskan bahwa judi online yang beroperasi di gedung perkantoran Jakarta dipastikan ilegal karena tidak memiliki izin resmi. Ia meminta aparat memberikan hukuman berat kepada para pelaku yang terlibat dalam operasional tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Sosial yang Merugikan

Pramono menjelaskan bahwa judi online telah menimbulkan dampak sosial yang besar, terutama bagi kelompok rentan yang mudah tergiur iming-iming keuntungan instan. Ia menekankan bahwa praktik ini sangat merugikan masyarakat, terutama mereka yang kurang berpendidikan dan tidak mampu.

Pemerintah DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemberantasan judi online demi melindungi warga Jakarta dari dampak negatifnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga