Nenek Penjual Nasi Uduk di Bekasi Tak Bisa Berjualan Usai Uang Rp 700 Ribu Dicuri
Nenek Bekasi Tak Bisa Jualan Usai Uang Rp 700 Ribu Dicuri

Nenek Penjual Nasi Uduk di Bekasi Terpaksa Berhenti Berjualan Usai Uang Rp 700 Ribu Dicuri

Seorang nenek penjual nasi uduk di Kota Bekasi, Jawa Barat, bernama Atnah (65), mengalami nasib tragis setelah menjadi korban pencurian. Akibat kejadian ini, Atnah terpaksa menghentikan aktivitas berjualannya karena kehilangan modal dan keuntungan sebesar Rp 700 ribu. "Yang hilang duit modal sama keuntungan, sekarang tidak jualan lagi karena tidak ada modal," ujar Atnah dengan suara sedih pada Jumat (20/2/2026).

Kronologi Pencurian yang Menyayat Hati

Kejadian pencurian ini terjadi pada Selasa (17/2) sekitar pukul 07.30 WIB di kawasan Jalan Bulak Tinggi, Pondok Melati, Kota Bekasi. Atnah, yang berjualan seorang diri, tidak menaruh curiga ketika seorang pria mendatanginya dan memesan empat bungkus nasi uduk. Saat dia sibuk menyiapkan pesanan, pelaku dengan licik mengambil semua uang yang disimpan di dalam kaleng biskuit miliknya.

"Saya lagi bungkusin, tidak lihat. Tahu-tahu itu orang langsung ambil uang saya. Pas saya cek, uang saya sudah tidak ada," cerita Atnah dengan nada kecewa. Uang sebesar Rp 700 ribu itu merupakan gabungan dari modal dan keuntungan hariannya, yang kini hilang begitu saja.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Perjuangan Hidup Seorang Nenek

Atnah mengandalkan penghasilan dari menjual nasi uduk dan lontong sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Setiap hari, dia memulai aktivitasnya sejak pukul 01.00 WIB dini hari, memasak di rumahnya di RT 04 RW 03 Kelurahan Jatiwarna. Sekitar pukul 05.00 WIB, setelah makanan siap dijual, dia berjalan kaki sejauh kurang lebih 350 meter menuju lokasi berjualan sambil membawa dagangannya sendiri.

Kisah perjuangan Atnah ini menarik perhatian Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang mendatanginya pada Kamis (19/2) untuk memberikan dukungan. Namun, dampak pencurian ini sangat berat, membuatnya tidak bisa melanjutkan usaha kecilnya.

Polisi Tetap Bergerak Meski Korban Mengikhlaskan

Polisi telah mengambil langkah untuk mengusut kasus pencurian ini, meskipun Atnah memilih untuk tidak membuat laporan polisi dan mengikhlaskan uangnya yang hilang. "Informasi dari Kanit Reskrim Polsek Pondok Gede, korban tidak bersedia membuat laporan, sudah mengikhlaskan," jelas Kasi Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Suparyono, pada Kamis (19/2).

Namun, kepolisian tidak tinggal diam. Mereka telah melakukan penyelidikan tahap awal dengan meminta keterangan dari saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti. Rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian juga diamankan untuk mendukung penyelidikan. "Ditindak lanjuti tahap awal. Sudah ditangani oleh Polsek Pondok Gede," tambah Suparyono.

Identitas pria yang diduga sebagai pelaku pencurian masih dalam proses pendalaman. Kasus ini menjadi viral di media sosial setelah video kejadiannya beredar, menyoroti kerentanan pedagang kecil terhadap tindak kriminal.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga