Hoaks Video Abu Rokhmad Soal Dana Hibah Arab Saudi Terungkap
Hoaks Video Abu Rokhmad Dana Hibah Arab Saudi

Sebuah unggahan di media sosial yang beredar pada akhir Juli 2026 mengklaim bahwa Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menginformasikan adanya dana hibah dari pemerintah Arab Saudi. Dalam narasi tersebut, disebutkan bahwa bantuan diberikan kepada 500 orang umat Islam di Indonesia. Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut merupakan hasil manipulasi kecerdasan buatan (AI).

Penelusuran Fakta: AI Digunakan untuk Memanipulasi Video

Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan bahwa video yang beredar itu bukanlah rekaman asli, melainkan hasil rekayasa menggunakan teknologi deepfake. Wajah dan suara Abu Rokhmad disisipkan secara digital ke dalam video tanpa seizin yang bersangkutan. Hasil analisis menunjukkan adanya ketidakwajaran pada gerakan bibir dan intonasi suara yang tidak sinkron dengan gestur tubuh.

"Video itu jelas hasil manipulasi AI. Tidak ada pernyataan resmi dari Dirjen Bimas Islam mengenai dana hibah tersebut," ujar salah satu anggota Tim Cek Fakta Kompas.com yang enggan disebutkan namanya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penyebaran Hoaks dan Dampaknya

Unggahan hoaks ini dibagikan oleh akun Facebook yang tidak bertanggung jawab. Narasi yang disertakan dalam video berusaha meyakinkan masyarakat bahwa bantuan tersebut akan segera cair, namun meminta data pribadi penerima. Praktik ini merupakan modus penipuan yang memanfaatkan isu keagamaan untuk menjerat korban.

Kementerian Agama melalui Biro Humas telah memberikan klarifikasi bahwa tidak ada program dana hibah dari Arab Saudi kepada individu melalui kanal tersebut. Masyarakat diminta waspada terhadap informasi serupa yang tidak berasal dari sumber resmi.

Modus Penipuan dan Imbauan

Hoaks semacam ini sering muncul menjelang hari besar keagamaan atau musim haji. Pelaku memanfaatkan nama tokoh agama dan lembaga resmi untuk mencuri data atau uang. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi.

"Jika ada informasi tentang bantuan atau hibah, selalu cek ke kanal resmi Kementerian Agama atau hubungi call center yang tertera di website resmi," tambah sumber tersebut.

Penipuan dengan modus deepfake semakin marak. Teknologi AI memungkinkan pembuatan video palsu yang sulit dibedakan dari aslinya. Oleh karena itu, literasi digital menjadi kunci untuk menangkal hoaks.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga