Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya kembali memeriksa publik figur dalam pengusutan kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah Hanania Travel. Kali ini, aktris Davina Karamoy memenuhi panggilan sebagai saksi pada Kamis (18/6/2026).
Davina Hadir Siang Hari
Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, Davina tiba di Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya sekitar pukul 13.00 WIB.
“Hari ini Davina Karamoy hadir di Subdit Kamneg Polda Metro Jaya pukul 13.00 WIB terkait pemeriksaan sebagai saksi dari kalangan publik figur dalam perkara Hanania Travel,” kata Andaru kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).
Andaru menambahkan, hingga saat ini proses pemeriksaan terhadap Davina masih berlangsung. “Saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik,” ujarnya.
Awkarin dan Bagus Tunda Pemeriksaan
Sementara itu, pemeriksaan terhadap dua publik figur lain yang terseret dalam kasus ini kembali tertunda. Keduanya adalah Karin Novilda alias Awkarin dan vokalis Guyon Waton, Faisal Bagus Ibrahim yang akrab disapa Bagus atau Bagol.
Menurut Andaru, Faisal Bagus Ibrahim sedianya diperiksa pada 15 Juni 2026. Namun, ia meminta jadwal pemeriksaannya diundur hingga akhir bulan. “Sementara itu, Faisal Bagus Ibrahim yang semula dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada 15 Juni 2026 menunda pemeriksaan hingga akhir bulan, dengan tanggal yang masih belum ditentukan,” kata Andaru.
Hal serupa juga dilakukan Awkarin. Ia meminta penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaannya menjadi Senin, 29 Juni 2026. “Adapun Karin Novilda yang semula dijadwalkan pada hari Senin tanggal 15 Juni 2026 mengajukan penundaan pemeriksaan menjadi hari Senin tanggal 29 Juni 2026,” ujarnya.
Fakta Baru: Umrah Gratis untuk Endorse
Sebelumnya, fakta baru terungkap dalam penyidikan kasus dugaan penggelapan dana jemaah umrah Hanania Travel. Sejumlah influencer dan publik figur yang diperiksa mengaku pernah menerima fasilitas umrah gratis dari biro perjalanan tersebut. Sebagai imbalannya, mereka diminta membagikan pengalaman perjalanan melalui akun media sosial masing-masing.
Andaru mengatakan, materi pemeriksaan terhadap para influencer berfokus pada hubungan mereka dengan Hanania Travel serta bentuk kerja sama promosi atau endorse yang pernah dilakukan. “Pemeriksaan menyangkut peristiwa yang dialami yang ada hubungannya dengan Hanania Travel dan proses endorse yang terjadi,” kata Andaru kepada wartawan, Kamis (11/6/2026).
Menurut dia, para influencer tidak membayar biaya perjalanan umrah karena seluruh fasilitas diberikan oleh Hanania Travel sebagai bagian dari kerja sama promosi. “Hanania Travel memberikan umrah kepada para influencer. Kemudian para influencer menjalani ibadah umrah secara gratis karena fasilitas tadi,” ujarnya.
Setelah menjalani ibadah umrah, para influencer mengunggah berbagai konten perjalanan ke media sosial mereka. Unggahan tersebut menjadi bagian dari promosi untuk memperkenalkan Hanania Travel kepada masyarakat. “Kemudian para influencer memberikan tanggapan dan membagikan momen perjalanan tersebut melalui media sosial mereka sebagai exposure,” jelas Andaru.



