Kasus Pembunuhan WN Singapura: Korban Dicor dengan Semen Sebelum Dibuang ke Bendung
Polisi berhasil menangkap dua orang tersangka dalam kasus pembunuhan warga negara Singapura berinisial S yang berusia 80 tahun. Mayat korban ditemukan dalam kondisi telah dicor dengan adonan semen dan dibungkus menggunakan seprai serta plastik di aliran Sungai Citanduy, tepatnya di Bendung Menganti, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Kronologi Penemuan Mayat dan Penyelidikan
Penemuan mayat tersebut terjadi pada hari Jumat, 20 Februari 2026, sekitar pukul 14.30 WIB. Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menjelaskan bahwa tim penyidik langsung melakukan kegiatan lidik dan sidik setelah laporan penemuan diterima. "Kami juga berkoordinasi dengan penyidik Polda Metro Jaya karena sebelumnya ada laporan orang hilang di Jakarta," ujar Budi di Mapolresta Cilacap.
Korban diketahui tinggal di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Keluarganya telah melaporkan kehilangan ke Polda Metro Jaya sebelum jasadnya akhirnya ditemukan di Cilacap. Polisi kemudian memeriksa lima orang saksi dan mengumpulkan berbagai barang bukti untuk mendukung penyelidikan.
Penangkapan Dua Tersangka Pembunuh
Dua tersangka yang ditangkap berinisial H dan K. Mereka ditangkap di Cilacap pada Rabu, 25 Maret 2026, pukul 21.00 WIB. Keduanya merupakan warga Pangandaran, Jawa Barat, yang bekerja serabutan sebagai tukang bangunan dan buruh panen.
Menurut keterangan polisi, H diduga berperan sebagai eksekutor yang memukul korban menggunakan bambu hingga tewas. H kemudian melakban tubuh korban dan berupaya menghilangkan jejak dengan mencor jasad menggunakan adonan semen yang dimasukkan ke dalam bungkusan seprai dan plastik.
Sementara itu, K diduga berperan dalam menyekap mulut korban saat kejadian berlangsung agar tidak berteriak. Dia juga diduga membantu mengikat dan membungkus korban sebelum jasadnya dibuang.
Lokasi Pembunuhan dan Pembuangan Mayat
Peristiwa pembunuhan diduga terjadi pada hari Minggu, 16 Februari 2026, sekitar pukul 19.30 WIB di Sukabumi, Jawa Barat. Setelah korban tewas, jasadnya sempat dibawa berkeliling sebelum akhirnya dibuang ke Bendung Menganti di Cilacap. Tindakan ini menunjukkan upaya tersangka untuk menyembunyikan kejahatan mereka dengan cara yang sangat kejam.
Kasus ini menyoroti pentingnya koordinasi antar wilayah dalam penanganan tindak pidana berat. Polisi terus mendalami motif di balik pembunuhan ini serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.



