Wanita Diperkosa Ayah dan Paman di Bekasi Sejak 2019, Satu Pelaku Ditangkap
Wanita Diperkosa Ayah dan Paman di Bekasi Sejak 2019

Seorang wanita berusia 21 tahun menjadi korban pemerkosaan oleh ayah kandung dan dua pamannya di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kekerasan seksual ini telah berlangsung sejak tahun 2017, saat korban masih duduk di kelas 6 SD atau berusia sekitar 12 tahun. Pelaku pertama kali melakukan persetubuhan pada Juli 2019 dan berlanjut hingga Februari 2024.

Kronologi Kekerasan Seksual

Plh Kapolres Metro Bekasi Kombes Ikhlas Putro Wasono menjelaskan bahwa kekerasan seksual terhadap korban dimulai sejak tahun 2017. Namun, pada awalnya hanya berupa pelecehan, belum terjadi persetubuhan. "Waktu kejadian, ini kami jelaskan bahwa kekerasan seksual yang terjadi dialami oleh korban ini berawal sejak tahun 2017. Saat itu korban masih duduk di kelas 6 SD atau sekitar umur 12 tahun," kata Kombes Ikhlas dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (21/7/2026).

"Jadi pada saat itu, kekerasan yang dialami baru bersifat pelecehan, belum terjadi persetubuhan," tambahnya. Korban pertama kali mengalami persetubuhan pada Juli 2019 dan berlanjut hingga terakhir kali sekitar Februari 2024. Total, korban mengalami kekerasan seksual selama kurang lebih tujuh tahun.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pelaku dan Penangkapan

Tiga orang pelaku telah teridentifikasi dalam kasus ini. Saat ini, satu pelaku berinisial W (42) yang merupakan paman korban telah ditangkap oleh penyidik. "Pelaku yang sudah teridentifikasi adalah sebanyak tiga orang," ujar Kombes Ikhlas.

Dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas. Polisi belum merinci inisial kedua pelaku yang masih buron tersebut. Barang bukti yang berhasil disita meliputi satu potong daster berwarna hijau, satu buah handphone merek Vivo Y12 warna merah, dan tisu.

Dampak dan Penanganan

Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan keluarga dekat korban. Kekerasan seksual yang berlangsung bertahun-tahun menunjukkan perlunya perlindungan lebih bagi anak-anak dari ancaman di lingkungan terdekat. Polisi terus melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya dan mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika mengetahui keberadaan mereka.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga