Kepolisian Prefektur Hiroshima, Jepang, mengerahkan sekitar 120 personel untuk menggeledah markas faksi Harada dari kelompok yakuza Kyosei-kai yang berlokasi di Kota Hiroshima pada Rabu (15/7/2026). Penggeledahan besar-besaran ini merupakan bagian dari proses penyidikan lanjutan terhadap bos dan empat anggota faksi Harada.
Latar Belakang Penangkapan
Sebelumnya, kelima anggota yakuza Hiroshima tersebut telah ditangkap oleh pihak kepolisian pada Selasa (14/7/2026) atas dugaan pembangunan jalan secara ilegal. Pembangunan sarana infrastruktur tersebut tergolong pelanggaran hukum serius karena dilakukan tanpa memiliki izin resmi dari pihak berwenang.
Detail Operasi
Operasi penggeledahan melibatkan personel dari berbagai unit kepolisian, termasuk tim khusus anti-kejahatan terorganisir. Mereka menyisir markas faksi Harada untuk mencari bukti-bukti tambahan terkait kegiatan ilegal lainnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai temuan selama penggeledahan.
Faksi Harada diketahui merupakan salah satu faksi di bawah naungan Kyosei-kai, sebuah organisasi yakuza yang berbasis di wilayah Hiroshima. Kyosei-kai sendiri telah lama menjadi perhatian aparat karena berbagai aktivitas kriminalnya.
Dampak Hukum
Para tersangka dijerat dengan pasal tentang pelanggaran tata ruang dan pembangunan ilegal. Jika terbukti bersalah, mereka dapat menghadapi hukuman penjara yang berat serta denda signifikan. Kasus ini juga menjadi perhatian publik karena melibatkan organisasi kriminal terorganisir yang selama ini beroperasi di Hiroshima.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus memberantas kegiatan ilegal yakuza dan menjaga ketertiban umum. Masyarakat diimbau untuk melaporkan jika mengetahui aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan organisasi kriminal.



