Penghuni Apartemen Depok Bongkar Praktik Prostitusi, Temukan Pasangan Muda
Penghuni Apartemen Depok Bongkar Praktik Prostitusi

Puluhan pemilik unit kamar Apartemen Saladin Mansion di Depok menggelar aksi unjuk rasa pada Selasa, 2 Juni 2026. Aksi ini dipicu oleh dugaan maraknya praktik prostitusi di hunian tersebut. Saat melakukan aksi, para pemilik unit menemukan pasangan tidak resmi yang diduga akan melakukan tindakan prostitusi.

Penemuan Pasangan Muda di Lokasi

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pemilik unit kamar mendapati pasangan muda, terdiri dari perempuan berinisial S (18) dan pria berinisial P. Keduanya berasal dari luar Depok. Perempuan berinisial S mengaku hanya diajak oleh pacarnya yang menyewa kamar di apartemen tersebut. "Pacar saya ke sini ngajak nonton Netflix," ujar S. Ia mengaku baru pertama kali diajak ke Apartemen Saladin Mansion.

Petugas keamanan dan aparat kepolisian yang turut hadir meminta keterangan dan identitas kedua pasangan tersebut. Mereka hanya bisa pasrah saat dimintai data diri.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kecurigaan Pemilik Unit

Salah satu pemilik unit, Della, mengaku sudah lama curiga ada kamar yang disewakan untuk praktik prostitusi. Ia mengungkapkan bahwa banyak pemilik unit tidak mengetahui unit mereka disewakan per jam oleh para broker. "Banyak yang tidak tahu kalau unit kamar mereka disewakan para broker dengan sewa per jam," ungkap Della. Padahal, unit apartemen seharusnya hanya disewakan dengan perjanjian tahunan. Diduga, unit-unit tersebut disewa broker untuk disewakan kembali dan dimanfaatkan sebagai tempat prostitusi. "Ini yang kami khawatirkan, dan tadi kami mendapati pasangan tidak sah yang masih muda," tambah Della.

Dampak pada Hunian

Pemilik unit lainnya, Guswandri, menyatakan bahwa aksi protes ini didasari rasa kesal terhadap pengelola apartemen. Maraknya dugaan prostitusi membuat para pemilik unit resah dan berdampak pada tingkat hunian yang rendah. "Apartemen ini menjadi kosong, tidak terjual, tingkat huniannya rendah," jelas Guswandri. Ia menambahkan bahwa para pemilik unit telah melaporkan keluhan ke pihak manajemen, namun belum mendapat tanggapan. "Teman-teman yang punya unit datang ke sini melihat berkeliaran tuh, malam-malam para wanita muda (diduga prostitusi)," terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola manajemen apartemen belum memberikan keterangan resmi terkait aksi protes dan dugaan prostitusi tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga