Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial RI, Fatma Saifullah Yusuf, meninjau langsung kegiatan pemberdayaan penyandang disabilitas di Balai Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Sabtu (4/7). Dalam kunjungan tersebut, Fatma menyaksikan proses produksi telur asin, anyaman tas, dan sapu dari serabut kelapa yang dikelola oleh para penerima manfaat.
Poskeswa Mergo Waras: Ruang Inklusif bagi Disabilitas Psikososial
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Pos Kesehatan Jiwa (Poskeswa) Mergo Waras binaan Puskesmas Dukuhklopo. Bersama Poskeswa Mantap Jiwa di Kecamatan Sumobito, wadah ini menjadi ruang inklusif bagi penyandang disabilitas psikososial. Di sini, mereka mendapatkan rehabilitasi sosial, terapi, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan usaha mandiri. Mereka disebut sebagai "para tersayang", akronim dari Terabaikan Kasih Sayang di Saat Jiwanya Goyang.
"Bagi saya, sebutan itu mengingatkan kita semua bahwa setiap orang membutuhkan kasih sayang, perhatian, dan penerimaan, terutama ketika sedang menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya," tutur Fatma dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/7/2026).
Bantuan ATENSI Rp82,4 Juta untuk 22 Penerima Manfaat
Fatma menegaskan bahwa istilah "para tersayang" bukan sekadar julukan, melainkan pengingat bahwa tidak boleh ada warga yang terabaikan karena kondisi kesehatan jiwa atau disabilitasnya. "Mereka adalah bagian utuh dari masyarakat yang memiliki hak setara untuk bekerja, belajar, berkarya, dan hidup bermartabat," tambahnya.
DWP Kemensos bersama Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta menyalurkan bantuan ATENSI dengan total nilai Rp82.496.521 kepada 22 penerima manfaat, terdiri dari 21 penyandang disabilitas dan 1 kelompok rentan. Rincian bantuan meliputi alat bantu aksesibilitas: 2 unit kursi roda standar, 1 unit kursi roda adaptif untuk penyandang cerebral palsy, dan 4 unit sepeda adaptif. Selain itu, bantuan kewirausahaan diberikan kepada 15 penerima, berupa modal usaha yang disesuaikan dengan potensi masing-masing, seperti tambal ban, warung makan/kopi, produksi telur asin, kerajinan tas macrame, mebel, jaranan, dan penjualan pakaian.
"Jangan pandang bantuan ini sebagai tujuan akhir. Jadikan ini pemantik semangat untuk terus melangkah menuju kemandirian dan peningkatan kualitas hidup," ucap Fatma.
Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Kolaborasi Multi Pihak
Rangkaian bakti sosial juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diakses oleh sekitar 100 peserta, termasuk para kader Posyandu. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Penasihat dan Ketua DWP Kabupaten Jombang, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, jajaran Pemkab Jombang, serta perwakilan Kemensos. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci dalam membuka ruang bagi kelompok rentan untuk bangkit dan berdaya.



