Kasus Pembunuhan Pegawai PPPK RSPAU Halim Terungkap, Dua Tersangka Ditangkap
Pembunuhan Pegawai PPPK RSPAU Halim, Dua Tersangka Ditangkap

Kasus Pembunuhan Pegawai PPPK RSPAU Halim Terungkap, Dua Tersangka Berhasil Ditangkap

Kasus pembunuhan terhadap seorang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di RSPAU Halim PK akhirnya terungkap. Polisi berhasil menangkap dua tersangka yang diduga terlibat dalam kejahatan ini di lokasi yang berbeda.

Penangkapan Dua Tersangka di Sukabumi dan Cianjur

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa dua tersangka telah diamankan. Tersangka pertama berinisial A diamankan di wilayah Sukabumi, sementara tersangka kedua berinisial AA ditangkap di Cianjur. Penangkapan ini dilakukan setelah penyelidikan intensif oleh aparat kepolisian.

"Sudah ada dua tersangka. Tersangka A diamankan di Sukabumi dan tersangka kedua AA diamankan di Cianjur," kata Budi Hermanto dalam keterangan persnya pada Senin, 9 Februari 2026. Meskipun demikian, hubungan antara pelaku dan korban serta motif pembunuhan masih dalam proses pendalaman oleh penyidik.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penemuan Jasad Korban di Kontrakan Pondok Gede

Korban yang berinisial NHW (31) ditemukan tewas di dalam kamar kontrakannya di Jalan Setia II Gang H Enting, Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede. Jenazah pria itu pertama kali ditemukan oleh rekan kerjanya, seorang perempuan berinisial SR, pada Rabu, 4 Februari 2026 pagi.

SR merasa curiga karena NHW sudah beberapa hari tidak masuk kerja di RSPAU Halim PK sejak Senin, 2 Februari, dan tidak dapat dihubungi. Ia kemudian mendatangi kontrakan korban, namun pintu kamar dalam keadaan terkunci. Dengan bantuan pemilik kontrakan, kamar akhirnya dibuka dan korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

"Korban ditemukan telentang di atas kasur, tubuhnya tertutup selimut, dengan kondisi fisik yang sudah menghitam, diduga telah meninggal beberapa hari sebelumnya," jelas Budi Hermanto. Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan visum dan autopsi guna menentukan penyebab kematian yang pasti.

Penyelidikan Polisi Masih Berlanjut

Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap lebih lanjut mengenai kasus ini. Petugas telah melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara dan olah TKP. Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan informasi seiring berjalannya proses hukum.

"Untuk hubungan maupun motif masih dalam proses pendalaman. Nanti akan kami sampaikan," ujarnya menambahkan. Kasus ini menyoroti pentingnya keamanan dan perlindungan bagi pekerja, serta respons cepat aparat dalam menangani tindak kriminal.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga