Polisi berhasil menangkap pria berinisial HW yang menjadi eksekutor dalam kasus pembunuhan warga negara Korea Selatan (Korsel) berinisial BS di Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Penangkapan ini mengungkap tampang pelaku yang sempat viral di media sosial.
Kronologi Penangkapan
Dari video yang diterima, Rabu (3/6/2026), terlihat penyidik Satreskrim Polres Metro Bekasi mendatangi lokasi tempat HW berada. Saat polisi datang, pelaku tampak kebingungan dan sempat protes karena ditangkap. Tanpa menunjukkan rasa penyesalan, HW berjalan santai saat digiring ke Mapolres Metro Bekasi. "Ini kok kayak gini tiba-tiba," ujar pelaku saat digiring penyidik.
Peran Pelaku
HW diketahui disewa oleh seorang wanita berinisial SJ, yang merupakan mantan istri korban, dengan bayaran ratusan juta rupiah. "Dari hasil penyidikan juga diketahui bahwa tersangka SJ memberikan sejumlah uang kepada tersangka HW untuk melaksanakan pembunuhan terhadap korban dengan total pembayaran sebesar Rp139 juta yang diberikan secara bertahap," kata Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni.
Sebelum mengeksekusi, HW beberapa kali memantau aktivitas korban. Ia mendatangi rumah korban dengan mengenakan pakaian dan perlengkapan yang telah dipersiapkan untuk menyamarkan identitas. Saat masuk, korban yang sedang berada di ruang makan sempat melihat dan menegur pelaku, namun dalam waktu singkat HW langsung menyerang dengan menusuk perut kiri korban berulang kali menggunakan pisau. Setelah itu, pelaku menghantam bagian belakang kepala korban dengan alat pemberat hingga tewas di tempat. Korban ditemukan bersimbah darah oleh putrinya pada Rabu (27/5).
Motif Pembunuhan
Polisi mengungkap bahwa pembunuhan sadis ini didalangi oleh SJ, mantan istri korban. Motifnya adalah sakit hati dan keinginan menguasai harta korban. "Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, penyidik menemukan bahwa motif tersangka SJ diduga dilatarbelakangi rasa sakit hati dan konflik yang telah berlangsung lama dengan korban," jelas Sumarni. Selain itu, SJ juga ingin menguasai harta milik korban. Sementara itu, HW mengaku menerima tawaran tersebut karena alasan ekonomi dan kebutuhan finansial.



