Dokter Forensik: Kacab Bank Ilham Tewas Dicekik, Ada Bekas Kuku di Leher
Dokter Forensik: Kacab Bank Ilham Tewas Dicekik

Dokter forensik dari Rumah Sakit Polri, dr Asri Megaratri, mengungkapkan penyebab kematian Kepala Cabang Bank bernama M Ilham Pradipta. Dalam persidangan di Pengadilan Militer Jakarta, Senin (11/5/2026), ia menyatakan bahwa Ilham tewas karena dicekik hingga kehabisan oksigen.

Penyebab Kematian Akibat Cekikan

Menurut dr Asri, kematian Ilham disebabkan oleh tekanan pada leher yang menekan pembuluh darah besar yang mengangkut oksigen dari jantung ke otak. Akibatnya, otak tidak mendapatkan pasokan oksigen dan korban mengalami mati lemas secara perlahan. Hal ini ditandai dengan warna kebiruan atau keunguan pada tubuh korban.

"Suatu kekuatan yang menekan leher sehingga pembuluh darah besar yang mengangkut oksigen itu dari jantung ke otak itu jadi tertekan. Kalau tertekan berarti otak tidak mendapatkan oksigen. Nah, itulah yang menyebabkan dia mati lemas. Mati lemas itu adalah suatu mekanisme di mana matinya itu pelan-pelan karena kekurangan oksigen. Makanya tubuhnya juga berwarna kebiru-biruan atau keunguan," jelas Asri dalam persidangan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Bekas Kuku di Leher Korban

Dokter forensik juga menemukan tanda-tanda kekerasan pada kulit leher korban yang khas akibat cekikan. "Jadi ada gambaran-gambaran khas pada kulit leher itu bentuknya seperti kuku, gitu ya, garis melengkung melengkung melengkung. Nah, itu sepertinya cocok dengan dicekik," ujarnya.

Selain itu, terdapat kekerasan di bagian dada korban yang menyebabkan patah tulang. Namun, cedera tersebut bukanlah penyebab utama kematian. Asri menegaskan bahwa penyebab kematian dominan adalah cekikan di leher yang menghentikan suplai oksigen ke otak.

"Memang terjadi sesaat sebelum kematian dan itu sangat besar sehingga saya memutuskan bahwa yang menyebabkan mati pada orang ini adalah lehernya, bukan di dada. Karena di dada ada juga kekerasan tumpul yang bikin patah-patah tulang karena di leher itu tadi jalan oksigen menuju ke otak sehingga itu yang dominan menyebabkan kematian," paparnya.

Luka di Wajah dan Bagian Tubuh Lain

Asri juga mengungkapkan adanya luka di wajah dan bagian tubuh lainnya pada korban. Oditur kemudian menanyakan perkiraan waktu kematian Ilham. Menurut Asri, Ilham tewas sekitar 14 jam sebelum autopsi dilakukan. Autopsi dimulai pada pukul 14.00 WIB tanggal 21 Agustus 2025.

"Mundur 14 jam berarti rentang waktu kematiannya kira-kira pukul berapa itu ya? Kurang 14 berarti jam 12 malam. Kalau 14 dikurang delapan berarti jam 6 pagi. Di antara jam 12 malam hingga jam 6 pagi. Jam 12 malam sampai jam 6 pagi ya?" tanya Oditur. "Iya," jawab Asri.

Para Terdakwa dalam Kasus Ini

Persidangan di Pengadilan Militer Jakarta digelar untuk mengadili tiga prajurit TNI yang menjadi terdakwa, yaitu:

  • Serka Mochamad Nasir (MN)
  • Kopda Feri Herianto (FH)
  • Serka Frengky Yaru (FY)

Kasus ini juga diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Timur dengan terdakwa sipil. Para terdakwa di PN Jaktim didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Ilham. Mereka adalah:

  • Dwi Hartono
  • Candy alias Ken
  • Antonius Aditia
  • Yohanes
  • Umri
  • Reviando
  • Andre
  • Emanuel
  • Johanes
  • David
  • Anthonio
  • Aloysius
  • Erasmus

Latar Belakang Pembunuhan

Pembunuhan tersebut terkait dengan upaya pencurian isi rekening dormant yang hendak dilakukan para terdakwa. Nilai uang yang hendak dicuri mencapai Rp 455 miliar. Jaksa menyebut terdakwa membutuhkan Ilham untuk melancarkan pemindahan uang itu. Ilham kemudian diculik dan dianiaya hingga tewas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga