Selebgram berinisial SA dan FA, yang merupakan anak dari salah satu kepala daerah di Riau, dinyatakan positif mengonsumsi narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif berbahaya lainnya (narkoba). Keduanya teridentifikasi menggunakan ganja dan etomidate bersama belasan orang lainnya. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Kepolisian Resor Kota Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Artha, dalam konferensi pers di Pekanbaru pada Rabu, 27 Mei 2026.
Penggerebekan di Tempat Hiburan Malam
Pengungkapan kasus ini bermula dari razia yang dilakukan oleh petugas di sebuah tempat hiburan malam (THM) di Pekanbaru. Sekitar pukul 02.00 WIB, Minggu 24 Mei 2026, tim menemukan dugaan penyalahgunaan narkoba di salah satu ruangan. Petugas kemudian mengamankan total 13 orang yang berada di lokasi. Seluruh individu tersebut menjalani tes urine di Rumah Sakit Bhayangkara, dan hasilnya menunjukkan semua positif narkoba.
Identitas dan Barang Bukti
Mereka yang diamankan adalah KS (32), RR (22), GSA (23), TT (28), AF (21), MAY (24), FTR (22), IMF (22), MA (23), NR (23), SAP (22), SA (23), dan ALS (23). Dari hasil pemeriksaan, dua orang diduga sebagai pemilik barang bukti narkotika. FTR diduga memiliki daun ganja kering seberat 9,8 gram serta empat cartridge, sedangkan MAY diduga memiliki daun ganja kering seberat 1,2 gram.
Asesmen oleh BNN
Polisi kemudian mengajukan asesmen terpadu ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pekanbaru untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut. Hasilnya, FTR, sebagai pemilik barang bukti, akan dilanjutkan ke tahap penyidikan. MAY dikategorikan sebagai pengguna berat dan direkomendasikan untuk menjalani rawat inap selama tiga bulan. Sementara itu, sebelas orang lainnya, termasuk selebgram SA dan anak kepala daerah FA, tidak terbukti terlibat jaringan narkotika dan tergolong pengguna ringan. Mereka akan menjalani rawat jalan di BNN dengan durasi tiga hingga enam kali pertemuan.
Keterangan Tambahan
Kepala BNN Pekanbaru, Kombes Pol Wawan, menambahkan bahwa selebgram SA juga diketahui mengonsumsi alkohol selain narkoba. FA, anak kepala daerah, dinyatakan positif etomidate dan ganja, yang diduga disebabkan oleh paparan asap. Polisi terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan yang mungkin terlibat.



