Terbongkarnya Peredaran Narkoba di Jakarta Barat yang Dikendalikan Napi Lapas Cipinang
Peredaran Narkoba di Jakbar Dikendalikan Napi Lapas Cipinang

Kronologi Terbongkarnya Peredaran Narkoba di Jakarta Barat

Polisi berhasil membongkar peredaran narkoba di Jakarta Barat. Penggerebekan dilakukan di sejumlah lokasi seperti room karaoke, showroom ladies, rumah indekos, hingga Lapas Cipinang. Barang bukti yang disita antara lain ekstasi dan vape etomidate.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengungkapkan bahwa jaringan ini diduga dikendalikan oleh narapidana Lapas Cipinang dan melibatkan karyawan hotel. "Pengungkapan peredaran narkotika jenis ekstasi dan vape mengandung etomidate di B Fashion Hotel dan The Seven, Jakarta," ujarnya pada Kamis (14/5/2026).

Penggerebekan di Tujuh Titik

Penggerebekan dilakukan pada Sabtu (9/5/2026) di tujuh titik. Polisi menyasar room karaoke, showroom ladies, rumah indekos, hingga Lapas Cipinang. Belasan orang ditangkap dalam operasi tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Kasus

Pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan Dania Eka Putri alias Mami Dania di Room B-15 B Fashion Hotel. Dania diduga menjadi penyedia narkoba sekaligus penghubung antara pengedar dengan tamu hotel. Dari tangannya, polisi menyita lima butir ekstasi warna hijau kombinasi kuning bergambar Marvel dan enam vape mengandung etomidate.

Polisi kemudian menggerebek Room B-02 dan mengamankan lima pengunjung. Dari lokasi itu ditemukan 10 butir ekstasi logo Superman dan empat vape etomidate. Seorang berinisial AFH mengaku mendapatkan narkotika dari Irwansyah alias Jeje yang berada di Lapas Cipinang.

Pengembangan kasus membawa polisi menangkap Teuku Rico Edwin alias Dervin di ruang showroom ladies B Fashion Hotel. Dervin diduga menjadi pengedar narkoba di hotel tersebut.

Pengembangan ke Indekos dan Lapas

Polisi kemudian menangkap Siti Dahlia alias Vonny bersama suaminya Canggi Dani Riyanto di indekos Kemayoran, Jakarta Pusat. Vonny memerintahkan suaminya dan buronan Yance mengambil narkotika dari Rais di Kampung Bahari, Jakarta Utara.

Kasus ini kemudian menyeret jaringan dari dalam lapas. Polisi menangkap Esgianto alias Anto di depan RS Sari Asih Ciputat saat membawa 100 vape etomidate merek Yakuza. Berdasarkan pemeriksaan, barang itu dikirim atas perintah Irwansyah alias Jeje dari dalam Lapas Kelas I Cipinang.

Narapidana Lapas Cipinang sebagai Pengendali

Polisi mengamankan tiga narapidana di Lapas Cipinang, yakni Irwansyah alias Jeje, Faisal, dan Yudith Eric alias Paijo. Ketiganya diduga menjadi penghubung jaringan pemasok vape etomidate dari dalam penjara. "Tim gabungan selanjutnya membawa tersangka dan barang bukti ke Kantor Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri," beber Eko.

Total 55 Orang Diamankan

Bareskrim Polri menduga manajemen B Fashion Hotel dan The Seven membiarkan peredaran narkoba. Dugaan itu muncul setelah puluhan karyawan dan pengunjung diperiksa. "Seluruhnya membuat pernyataan tertulis dan testimoni video bahwa mereka mengetahui adanya peredaran gelap narkotika dan terjadi pembiaran oleh pihak manajemen B Fashion Hotel dan The Seven," tegas Eko.

Sebanyak 55 orang diamankan saat penggerebekan pada 9 Mei 2026. Mereka terdiri dari karyawan dan pengunjung dari berbagai kalangan. Dari jumlah itu, 18 orang dinyatakan positif narkoba. Lima orang ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat peredaran narkotika, sedangkan 13 lainnya menjalani assessment di BNN Pusat, Cawang.

Kode Merah Transaksi

Kepada polisi, Dania mengaku transaksi narkoba di B Fashion Hotel dilakukan diam-diam melalui kapten hotel. Pengunjung memesan narkoba lewat waitress yang menghubungi kapten untuk mendatangkan apoteker ke room tamu. "Namun sejak adanya operasi tempat hiburan malam, B Fashion Hotel menyatakan 'Kode Merah' dan hanya tamu VIP saja yang bisa mendapatkan narkotika melalui Kapten," ujar Eko.

Polisi juga mendalami keterangan Dervin. Dervin mengaku sempat mendengar pihak manajemen merayakan ulang tahun ke-12 B Fashion Hotel di salah satu room KTV dan diduga pesta narkoba. "Namun pada saat dilakukan penindakan, pihak manajemen yang berada dalam room tersebut segera melarikan diri," pungkas Eko.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga