Polisi terus memburu Lukmanul Hakim, bandar narkoba jaringan internasional yang juga dikenal dengan alias Hendra atau Pak Haji. Pelaku yang mengendalikan peredaran sabu dari Malaysia ini diketahui melakukan berbagai cara ekstrem untuk meloloskan diri dari kejaran aparat. Salah satu langkah nekat yang dilakukan adalah mengubah bentuk fisiknya secara drastis melalui operasi plastik.
Operasi Plastik untuk Mengelabui Petugas
Buron kelas kakap ini diduga sengaja mengubah penampilannya agar tidak dikenali oleh petugas di lapangan. Kepala Bareskrim Polri, Komjen Eko, mengungkapkan bahwa terakhir kali bertemu dengan Lukmanul Hakim pada tahun 2024, pelaku diduga telah menjalani operasi plastik pada bagian wajah. Akibatnya, penampilannya kini berbeda dengan foto yang dimiliki penyidik.
Tidak hanya mengubah bentuk wajah, warga asal Aceh ini juga memindahkan basis operasinya ke luar negeri. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa ia mengendalikan bisnis haramnya dari Malaysia dan diduga telah beralih kewarganegaraan menjadi warga negara Saint Kitts and Nevis.
Peran Vital dalam Jaringan Narkoba Internasional
Lukmanul Hakim memiliki peran sentral dalam jaringan penyelundupan narkoba internasional rute Malaysia–Indonesia. Ia menjadi aktor utama di balik peredaran barang haram yang melibatkan sejumlah kaki tangan di tanah air. Polisi menduga ia berperan sebagai pengendali peredaran narkotika pada jaringan Andre Fernando alias The Doctor.
Transaksi Miliaran Rupiah
Bisnis gelap yang dijalankan Pak Haji menghasilkan perputaran uang yang fantastis. Analisis transaksi perbankan pada empat rekening tampungan sindikatnya sejak akhir 2018 hingga Maret 2026 menunjukkan nilai transaksi menembus angka ratusan miliar rupiah. Total volume transaksi mencapai 14.961 transaksi dengan nilai Rp464.144.761.398,46.
Langkah Polisi Memburu Buronan
Untuk mempercepat proses penangkapan, Bareskrim Polri membuat sketsa perkiraan wajah terbaru pelaku setelah operasi plastik. Sketsa tersebut dibuat berdasarkan keterangan saksi kunci pada Senin, 18 Mei 2026. Polisi juga menerbitkan lembar DPO (Daftar Pencarian Orang) dengan melampirkan tiga foto, yaitu foto sebelum operasi plastik dan hasil sketsa dugaan bentuk wajah setelah operasi plastik.



