Mojokerto – Seorang ibu dan balita menjadi korban setelah tertimpa speaker middle sound horeg dalam acara pawai Pakis Wetan Carnival di Desa Pakis, Mojokerto, Jawa Timur, pada Minggu (21/6) malam. Balita berusia 3 tahun tersebut harus menjalani operasi akibat luka yang diderita.
Peristiwa terjadi saat kirab budaya yang diiringi sembilan grup sound horeg. Dua speaker middle yang berada di posisi paling atas pada sound horeg La Morena jatuh dan menimpa Chelsea Amelia Putri (19) dan balitanya yang berinisial AAP (3), warga Desa Tawar, Gondang, Mojokerto.
Korban Balita Jalani Operasi
Ketua Panitia Pakis Wetan Carnival, Inul, menyatakan bahwa ibu korban mengalami luka di kepala yang tidak serius. "Ibunya luka di kepala, tidak serius, sudah di-rontgen juga enggak papa. Anaknya sudah dilakukan operasi di RS Dian Husada, kondisinya sudah membaik, Insyaallah sore ini pulang," kata Inul, dilansir detikJatim, Selasa (23/6/2026).
Kapolsek Trowulan Kompol Suwiji menambahkan bahwa kedua korban masih dirawat di RS Dian Husada, Sooko, Mojokerto. Chelsea menderita luka di kening akibat tertimpa speaker, sementara balita AAP menjalani operasi pada jari kelingking kaki kanan. "Jadi (operasi) jari kelingking kaki kanan. Kejatuhan middle sound," tandasnya.
Kronologi Kejadian
Pawai sound horeg Pakis Wetan Carnival berlangsung meriah dengan sembilan grup sound horeg yang mengiringi kirab budaya. Namun, nahas terjadi ketika dua speaker middle dari sound horeg La Morena jatuh dari posisi atas. Salah satu speaker tersebut menimpa Chelsea dan balitanya yang sedang mengikuti acara.
Kejadian ini sontak mengejutkan warga dan peserta pawai. Petugas panitia dan warga segera memberikan pertolongan pertama kepada kedua korban sebelum dilarikan ke rumah sakit. Hingga berita ini diturunkan, Chelsea dan AAP masih dalam pemulihan di RS Dian Husada.
Imbauan Keselamatan
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya aspek keselamatan dalam penyelenggaraan acara yang melibatkan peralatan berat seperti sound system berukuran besar. Panitia penyelenggara diharapkan lebih teliti dalam memeriksa keamanan peralatan, terutama saat digunakan di tengah keramaian.
Pihak kepolisian setempat juga mengimbau agar seluruh penyelenggara event mematuhi standar operasional prosedur (SOP) keselamatan untuk mencegah kecelakaan serupa. "Kami akan melakukan evaluasi terhadap acara-acara serupa ke depannya agar kejadian ini tidak terulang lagi," ujar Kompol Suwiji.



