Kambing Hamil Dimangsa Ular Piton 8 Meter di Kendari Saat Lebaran
Kambing Hamil Dimangsa Piton 8 Meter di Kendari Saat Lebaran

Kambing Hamil Dimangsa Ular Piton Raksasa di Kendari Saat Hari Raya

Warga di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan saat hari Lebaran. Seekor kambing milik seorang warga setempat hilang setelah dimangsa oleh ular piton berukuran besar. Yang lebih menyedihkan, kambing tersebut dalam kondisi hamil saat menjadi mangsa reptil raksasa itu.

Kronologi Kejadian di Kelurahan Nambo

Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Nambo, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, pada Sabtu, 21 Maret 2026. Menurut keterangan Revan, keponakan pemilik kambing, ular piton tersebut pertama kali muncul sekitar pukul 18.00 WITA, tepat pada waktu magrib.

"Ular itu makan kambing betina yang sedang hamil," ungkap Revan, seperti dilaporkan oleh detikSulsel pada Minggu, 22 Maret 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pemilik kambing awalnya mengecek kandang ternaknya dan menemukan ular piton yang sedang mengintai. Meskipun sempat berusaha mencegah, upaya tersebut tidak berhasil. Beberapa waktu kemudian, ular itu kembali muncul dan berhasil memangsa seekor kambing betina yang sedang hamil.

Ukuran Ular Piton yang Mengagetkan

Revan memperkirakan panjang ular piton yang memangsa kambing tersebut mencapai sekitar 8 meter. Ukuran yang cukup besar ini tentu menambah kekhawatiran warga setempat akan keamanan ternak mereka.

Kejadian ini menjadi perhatian khusus karena terjadi pada momen hari Lebaran, saat banyak warga merayakan Idul Fitri dengan sukacita. Hilangnya kambing hamil tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga menambah daftar masalah yang dihadapi pemiliknya.

Peristiwa serupa sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru di daerah tersebut, mengingat Kendari dan sekitarnya memiliki ekosistem yang masih mendukung kehidupan satwa liar seperti ular piton. Namun, kejadian pada hari Lebaran ini memberikan dampak psikologis yang lebih dalam bagi warga yang mengalaminya langsung.

Pihak berwenang setempat diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap potensi konflik antara manusia dan satwa liar, terutama di daerah pemukiman yang berdekatan dengan habitat alami hewan-hewan tersebut. Langkah pencegahan dan edukasi mungkin diperlukan untuk mengurangi risiko kejadian serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga