Istri Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, dr Noor Faizah Maenofie (NFM), diangkut ke Jakarta usai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Polres Pemalang, Rabu (29/7/2026). Noor bersama sejumlah pejabat dan pihak swasta dibawa menggunakan bus menuju Jakarta.
Pemeriksaan dan Pembawaan ke Jakarta
Noor yang mengenakan jilbab krem dan outer putih gading terlihat masuk ke dalam bus Hermanto merah bernomor polisi G 7565 OD sekitar pukul 13.25 WIB. Selain Noor, turut masuk Sekretaris Daerah (Sekda) Pemalang Bagus Sutopo, Camat Pemalang Prasetyo Widiatmoko, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Joko Triasmoro, serta sejumlah pejabat lain. Anggota kepolisian melakukan pengawalan ketat, baik di dalam bus maupun menggunakan mobil patroli, hingga tiba di Jakarta.
Kasat Lantas Polres Pemalang, AKP Fitriyanto, mengonfirmasi pengawalan tersebut. "Ya kita kawal sampai tujuan di Jakarta," katanya.
Pemeriksaan Berjam-jam Sebelumnya
Sebelumnya, sekitar pukul 12.43 WIB, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dindikpora) Pemalang, Supa'at, keluar dari rumah pemeriksaan. Ia mengungkapkan bahwa dirinya diperiksa sejak Selasa (28/7) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Supa'at menjelaskan, penyidik KPK menanyakan seputar identitas dan tugas-tugasnya.
"Ya ditanyakan identitas, tugas pokok, tugas yang telah dikerjakan apa saja. Diperiksa dari jam setengah 11 malam, ya cuma itu tok sih. Sudah ya," ungkapnya sembari masuk ke mobil.
Operasi Tangkap Tangan Bupati Pemalang
Operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dilakukan KPK terkait dugaan korupsi proyek dan jual-beli jabatan. Anom merupakan kepala daerah kelima di Jawa Tengah yang terkena OTT KPK pada tahun 2026. Kasus ini mengindikasikan praktik suap dan gratifikasi dalam proyek-proyek infrastruktur serta pengisian posisi di lingkungan pemerintah daerah.
Sejumlah barang bukti diamankan KPK dalam operasi tersebut, termasuk uang tunai dalam pecahan rupiah dan valuta asing, serta dokumen terkait proyek dan mutasi pegawai. Total nilai yang terungkap masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh lembaga antirasuah.
Istri bupati, dr Noor Faizah Maenofie, diduga terlibat dalam penerimaan aliran dana dari beberapa rekanan proyek. KPK masih mendalami peran masing-masing tersangka yang telah ditetapkan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga atau kuasa hukum.



