Ketegangan pecah di wilayah Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (18/7) pagi. Konflik lama akibat sengketa lahan ulayat antara Desa Narasaosina dan Desa Waiburak kembali meletus hebat, menelan korban jiwa dan memicu kerusakan parah.
Korban Jiwa dan Luka-Luka
Berdasarkan data terbaru, bentrokan ini merenggut satu nyawa. Selain itu, empat orang lainnya terluka terkena sabetan senjata tajam, di mana tiga di antaranya adalah perempuan yang kini menjalani perawatan intensif. Kepala Puskesmas Ile Boleng, Stefanus Ola Bura, mengungkapkan, "Ada empat pasien yang masuk ke kami. Satu dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga lainnya yang merupakan perempuan masih dirawat. Kondisinya kemungkinan akan kami rujuk karena luka yang cukup serius."
Kerusakan Bangunan
Amuk massa tak hanya memakan korban jiwa, namun juga menghanguskan aset warga. Sedikitnya 12 bangunan yang terdiri dari rumah tinggal, kios, hingga apotek ludes terbakar. Puing-puing sisa kebakaran kini berserakan di perbatasan kedua desa, menjadi bukti nyata memanasnya konflik yang sempat mereda.
Ledakan dan Kepanikan Warga
Situasi makin mencekam saat suara ledakan keras terdengar berulang kali di tengah bentrokan. Ledakan itu diduga berasal dari bom rakitan yang digunakan dalam pertikaian. "Kami mendengar ledakan keras beberapa kali sebelum api membesar di permukiman. Warga panik dan menyelamatkan diri ke arah perkebunan," cerita Azhari, salah satu saksi mata di lokasi kejadian.
Latar Belakang Konflik
Peristiwa ini terjadi hanya beberapa minggu setelah aparat keamanan memusnahkan ratusan senjata api rakitan milik warga pada awal Juli lalu sebagai simbol perdamaian. Padahal, mediasi yang digagas pemerintah daerah diharapkan mampu menjadi penengah, namun nyatanya api permusuhan belum sepenuhnya padam di akar rumput. Akibat insiden ini, arus lalu lintas di Jalan Trans Adonara lumpuh total karena dijadikan medan pertempuran.
Imbauan Kepolisian
Sementara itu, Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado, mengimbau warga tetap tenang dan tidak terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya terkait masalah itu. "Percayakan penanganan sepenuhnya kepada Polres Flores Timur. Mari kita jaga persaudaraan, saling menghormati, dan bersama-sama mewujudkan Flores Timur yang aman, damai, dan kondusif," ujar AKP Eliezer.



