Pemprov DKI Antisipasi Macet Jakarta Jelang Buka Puasa Ramadan, Pramono Koordinasi
Pemprov DKI Antisipasi Macet Jakarta Jelang Buka Puasa Ramadan

Pemprov DKI Jakarta Antisipasi Potensi Kemacetan Selama Ramadan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mempersiapkan langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi potensi kemacetan yang diperkirakan meningkat selama bulan Ramadan, khususnya pada jam-jam sore menjelang waktu berbuka puasa. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Polda Metro Jaya guna mengatur arus lalu lintas secara efektif selama periode suci ini.

Koordinasi dengan Kepolisian dan Pergeseran Pola Lalu Lintas

Dalam keterangannya di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis, 19 Februari 2026, Pramono menegaskan bahwa koordinasi dengan kepolisian telah dilakukan secara menyeluruh. "Memang kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian, dengan Polda Metro Jaya untuk mengatur itu. Terutama dari jam-jam sore ketika mau berbuka puasa," ujarnya. Ia juga mencatat adanya pergeseran pola kepadatan lalu lintas selama Ramadan. Jika pada hari biasa kemacetan sering terjadi sejak pukul 06.00–07.00 WIB, kini lonjakan kendaraan cenderung bergeser ke waktu yang lebih siang, seperti pukul 08.00–09.00 WIB.

Selain itu, Pemprov melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta juga telah menyiapkan strategi tambahan untuk mengurai kepadatan di titik-titik rawan kemacetan, yang kerap dipadati masyarakat saat berburu takjil. Pramono menekankan bahwa pengaturan lalu lintas selama Ramadan merupakan agenda rutin tahunan yang selalu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengawasan Ketat oleh Satpol PP DKI di Titik Rawan Tawuran

Di sisi lain, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta akan meningkatkan pengawasan ketat terhadap 43 titik rawan tawuran di seluruh wilayah Jakarta selama Ramadan. Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menjelaskan bahwa data dari Kesbangpol menunjukkan adanya 43 lokasi di lima wilayah kota yang masuk kategori kawasan rawan tawuran. "Data dari Kesbangpol, ada 43 titik rawan tawuran di DKI Jakarta. Nanti itu yang akan kita antisipasi," kata Satriadi.

Setiap hari, Satpol PP DKI mengerahkan sekitar 1.900 personel mobile dan siaga untuk menjaga ketertiban umum. Selama Ramadan, akan diberlakukan pola penambahan kekuatan personel secara khusus untuk memantau kawasan-kawasan rawan tersebut. Satriadi juga menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi erat dengan Kepolisian dan TNI untuk melakukan antisipasi dini sebelum terjadi insiden tawuran.

Langkah-Langkah Edukasi dan Pencegahan Lainnya

Upaya penanganan tidak hanya terbatas pada pengawasan dan penindakan, tetapi juga mencakup kegiatan edukasi dan pendekatan kepada masyarakat. Satriadi menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam upaya pengentasan tawuran remaja di lingkungan mereka. Selain itu, Satpol PP DKI akan menggencarkan pengawasan terhadap peredaran minuman keras ilegal, dengan melakukan sweeping secara rahasia untuk memastikan tidak ada pelanggaran selama bulan Ramadan.

Dengan langkah-langkah komprehensif ini, Pemprov DKI Jakarta berharap dapat meminimalkan gangguan lalu lintas dan menjaga keamanan serta ketertiban umum selama bulan Ramadan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan aman.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga