Polresta Tangerang berhasil menangkap pelaku tabrak lari yang menewaskan tokoh Pramuka, Herman Sulistyo (71) atau yang akrab disapa Kak Herman. Pelaku berinisial AD (21) diamankan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (11/6/2026).
Penangkapan di Kabupaten Bandung
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengungkapkan bahwa AD ditangkap di rumahnya yang berada di Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung. Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan satu unit kendaraan roda enam jenis fuso dengan nomor polisi D-8319-GL yang diduga digunakan dalam insiden tersebut.
"AD diduga merupakan pengendara atau sopir kendaraan fuso tersebut," kata Indra Waspada dalam keterangannya pada Jumat (12/6/2026).
Kronologi Kecelakaan
Peristiwa nahas itu terjadi pada Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, korban sedang bersepeda di Desa Bitung Jaya, Kecamatan Cikupa, Tangerang. Tiba-tiba, sebuah truk fuso menabraknya dari belakang dan melarikan diri. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Balaraja oleh petugas yang tiba di lokasi kejadian, namun nyawanya tidak tertolong.
Sosok Herman Sulistyo
Herman Sulistyo dikenal sebagai tokoh Pramuka di Tangerang Raya hingga Banten. Ia sangat dihormati karena dedikasinya dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari. Kak Herman, panggilan akrabnya, selalu konsisten mengenakan seragam lengkap Pramuka di berbagai kesempatan, baik acara resmi maupun kegiatan sehari-hari. Ia juga gemar bersepeda untuk menghadiri kegiatan kepramukaan.
Sebelum dimakamkan, jenazah Kak Herman disalatkan di Masjid Raya Al-A'zhom Kota Tangerang pada Minggu (7/6) siang. Prosesi pemakaman dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan anggota Pramuka se-Banten. Jenazah dimakamkan di TPU Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, dengan prosesi kepramukaan yang khidmat.



