Korlantas Polri Andalkan Teknologi Digital untuk Kelola Arus Mudik Lebaran 2026
Korlantas Polri Kelola Arus Mudik Lebaran 2026 dengan Teknologi

Korlantas Polri Andalkan Teknologi Digital untuk Kelola Arus Mudik Lebaran 2026

Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengumumkan bahwa institusinya akan mengandalkan teknologi digital dalam mengelola arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Teknologi ini digunakan untuk memantau pergerakan kendaraan secara real-time, sehingga keputusan rekayasa lalu lintas dapat diambil berdasarkan data yang akurat dan terkini.

Pemantauan Real-Time untuk Data Akurat

Irjen Agus menjelaskan bahwa pada tahun 2026, Korlantas Polri akan meningkatkan kesuksesan dari tahun sebelumnya dengan memanfaatkan teknologi digital. "Dan tahun 2026, untuk meningkatkan suksesi dari 2025 kemarin, kami sudah menggunakan teknologi digital untuk memantau bagaimana flow daripada traffic counting itu bisa dieksekusi," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

Dengan sinergi bersama stakeholder, Korlantas akan memantau traffic counting atau jumlah kendaraan yang melintas di titik-titik strategis, terutama di jalan tol. Hal ini memastikan bahwa kebijakan pengaturan lalu lintas tidak lagi bergantung pada perkiraan atau prediksi, melainkan pada parameter jumlah kendaraan yang terpantau langsung di lapangan.

Contoh Penerapan Rekayasa Lalu Lintas

Irjen Agus memberikan contoh konkret: jika dalam satu jam, jumlah kendaraan yang melintas di kilometer 47 mencapai sekitar 5.500 unit, petugas akan segera menerapkan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di satu lajur. "Contoh, 1 jam berturut-turut di kilometer 47 itu ada radar dari Jasa Marga dan teknologi early warning dari Korlantas, itu sudah 5.500, kami harus melakukan contraflow lajur satu," jelasnya.

Apabila dalam dua jam berturut-turut jumlah kendaraan meningkat hingga sekitar 6.400 unit, rekayasa lalu lintas akan ditingkatkan dengan membuka contraflow hingga dua lajur. Jika kepadatan kendaraan masih terus meningkat meskipun contraflow telah diberlakukan, Korlantas akan mengambil langkah lanjutan dengan membuka skema one way atau satu arah.

Evaluasi dan Perpanjangan Kebijakan

Korlantas Polri juga melakukan evaluasi terhadap penerapan rekayasa lalu lintas pada musim mudik sebelumnya. Pada tahun lalu, skema one way diberlakukan dari kilometer 70 hingga kilometer 188. Untuk mudik Lebaran 2026, jangkauan kebijakan tersebut diperpanjang hingga kilometer 236.

"Tahun kemarin, dari kilometer 70 sampai 188. Kami evaluasi, sekarang langsung dari 70 sampai ke 236. Sehingga nanti akan mempercepat pemelancar kaitannya dengan bangkitan arus yang ada di jalan tol menuju ke arah Jawa termasuk yang ke arah Sumatera," ucap Irjen Agus. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat distribusi kendaraan dan mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Dengan pendekatan berbasis teknologi ini, Korlantas Polri berkomitmen untuk memastikan mudik aman dan keluarga bahagia, mengoptimalkan pengelolaan arus lalu lintas nasional selama momen penting tersebut.