Lalu lintas di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, mengalami kemacetan parah pada Senin (20/7/2026) pagi. Volume kendaraan yang melonjak akibat jam berangkat kerja dan bubaran nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 menjadi dua penyebab utama kemacetan.
Kemacetan Mengular dari Kemang hingga Tendean
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi jalanan di Kemang pagi itu macet total. Kendaraan tidak bergerak dalam waktu yang lama. Salah satu pengguna jalan, Giovani, menceritakan pengalamannya saat keluar dari parkiran Kemang Village sekitar pukul 05.22 WIB. Giovani baru saja pulang menonton final Piala Dunia sekaligus bekerja di Kemang Village.
“Dari parkiran mobil jam 05.22 WIB, jam 06.05 WIB masih stuck,” kata Giovani saat dihubungi detikcom, Senin (20/7/2026). Artinya, ia terjebak macet selama 43 menit hanya untuk keluar dari area parkir.
Menurut Giovani, kemacetan mengular panjang hingga ke arah Tendean. Ia sendiri akhirnya berhasil keluar dari kemacetan tersebut setelah menunggu cukup lama.
Dampak Nobar Piala Dunia dan Jam Sibuk Pagi
Kemacetan di Kemang pagi ini dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, jam berangkat kerja yang biasanya padat pada pukul 06.00-08.00 WIB. Kedua, bubaran nobar final Piala Dunia yang berlangsung hingga dini hari, sehingga banyak penonton yang pulang pada waktu yang bersamaan dengan pekerja. Kombinasi ini menyebabkan volume kendaraan melonjak drastis di titik-titik rawan macet seperti Kemang.
Sebelumnya, detikcom juga melaporkan adanya demo di sejumlah titik di Jakarta Pusat hari ini dengan 706 personel disiagakan, namun kemacetan di Kemang disebut tidak terkait dengan aksi tersebut.
Kemacetan serupa kerap terjadi di kawasan Kemang, terutama saat ada acara besar atau akhir pekan. Warga diimbau untuk menghindari ruas jalan tersebut pada jam sibuk atau menggunakan transportasi umum.



