Surabaya - Tonny Soegiono, seorang pelanggan spa di Surabaya yang uangnya sebesar Rp 1,2 miliar dibobol oleh terdakwa Nur Hasannah Prasetya, dihadirkan dalam persidangan. Dalam kesaksiannya, Tonny membeberkan awal mula Nur bisa menguras rekeningnya.
Awal Mula Kejadian
Tonny menyebut bahwa kejadian ini bermula karena ia kerap menitipkan handphone miliknya kepada Nur. Handphone tersebut juga menjadi tempat penyimpanan dua kartu ATM milik Tonny. Menurut Tonny, Nur diduga kuat mencuri uangnya bukan melalui transfer online, melainkan melalui ATM.
Pasalnya, Tonny mengaku tidak memiliki aplikasi atau layanan m-banking. Adapun rekening yang dibobol Nur berasal dari ATM yang jarang digunakan. Terkait PIN, Tonny menduga Nur mengetahuinya saat ia mengambil uang di ATM minimarket.
Pengakuan Tonny di Sidang
"Pernah, saya tekan PIN dan ada dia (Nur) di belakang saya," ujar Tonny kepada jaksa di Ruang Sari 2 Pengadilan Negeri Surabaya, dilansir dari detikJatim, Rabu (10/6/2026). "Saya tidak perhatikan itu (Nur), saya ambil (uang di ATM), dia tahu dia di belakang kok, saya tidak lihat," imbuhnya.
Pembobolan ATM itu baru diketahui Tonny saat ia secara tidak sengaja menggunakan ATM BCA miliknya karena ATM yang satunya tertinggal. Dari situ, Tonny menyadari saldonya berkurang drastis.
Detail Tempat Penyimpanan ATM
"Itu (ATM) di belakang HP, di casing belakangnya itu, ada 2 kartu kredit, KTP, dan 2 ATM beda bank. Bank Permata dan BCA. Saat itu kan ATM saya satunya ketinggalan, pas saya pakai yang ini (ATM di HP) saya pakai lalu terkejut (melihat isi saldo)," ungkapnya.
Kasus ini masih terus bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya. Terdakwa Nur Hasannah Prasetya sebelumnya telah membantah mencuri uang Tonny dan mengklaim memiliki hubungan spesial dengan korban.



