Mantan artis Fabiola Elizabeth Agnes diketahui bergabung sebagai model dalam komplotan penipuan daring (scammer) jaringan internasional yang beroperasi di Solo Baru, Sukoharjo, sejak Januari 2026. Fabiola mengaku bergabung karena alasan ekonomi.
Motif Ekonomi di Balik Keterlibatan Fabiola
Perusahaan yang menaungi jaringan scammer internasional tersebut adalah PT Digi Global Konsultan. Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto, menyatakan bahwa Fabiola bergabung dengan perusahaan tersebut karena faktor ekonomi.
"Ya, tentunya karena alasan ekonomi yang bersangkutan bergabung di PT Digi Global Konsultan ini," ungkap Artanto saat ditemui di Mapolda Jateng, Kota Semarang, seperti dikutip dari detikJateng pada Jumat (5/6/2026).
Tugas Fabiola dalam Komplotan Scammer
Artanto menjelaskan, Fabiola bergabung dengan komplotan penipu itu sejak Januari 2026. Ia melamar setelah mengetahui adanya lowongan pekerjaan di media sosial. Tugas utama Fabiola adalah melayani video call (VC) dengan korban scammer. Polisi menyebut Fabiola bisa mendapatkan gaji per bulan hingga Rp30 juta. Besaran gaji yang didapat Fabiola bergantung pada hasil kerjanya, dan uang yang diterimanya dari warga Jerman tersebut berbentuk dolar.
"Gajinya yang bersangkutan ini antara Rp7 juta sampai Rp30 juta kalau dikurskan ke rupiah," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto.
Barang Bukti dan Pengakuan
Dalam penggerebekan, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk meja rias yang digunakan Fabiola untuk merias diri sebelum melakukan VC dengan korban. Pengakuan Fabiola menunjukkan bahwa ia terjebak dalam lingkaran penipuan karena desakan ekonomi.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan mantan artis yang kini menjadi bagian dari jaringan penipuan internasional. Polisi terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.



