TAUD Identifikasi 16 OTK Diduga Terlibat Kasus Andrie Yunus, Yakin Ada Sipil
Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap hasil investigasi independen terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Mereka mengidentifikasi ada 16 orang tak dikenal (OTK) yang diduga terlibat dalam kasus tersebut, dengan keyakinan adanya keterlibatan sipil dalam operasi jahat ini.
Investigasi Independen sebagai Pelengkap Proses Hukum
Peneliti Independen, Ravio Patra, menegaskan bahwa tim investigasi dari TAUD tidak berupaya menggantikan proses penegakan hukum yang tengah berjalan. Menurutnya, investigasi yang dilakukannya bersama TAUD hanya berperan sebagai pelengkap untuk mengungkap fakta-fakta tambahan.
"Dan tentunya tim investigasi di sini bekerja dengan TAUD, tapi kami tidak diatur, kami tidak dibayar, kami tidak diperintah oleh TAUD dalam arti fakta apa yang harus ditemukan. Jadi proses investigasi ini dilakukan secara independen, termasuk oleh saya sebagai seorang peneliti independen yang tidak memiliki afiliasi formal apa pun dengan TAUD," kata Ravio kepada wartawan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026).
Metode Investigasi dan Pembagian Kelompok OTK
Ravio menerangkan, pihaknya melakukan investigasi dengan beberapa metode, termasuk mengecek rekaman CCTV menggunakan pemetaan terbalik. Sejumlah rekaman CCTV didapat terbatas dari sekitar YLBHI dan TKP penyerangan.
"Jadi kita akan lihat kronologinya dari belakang sampai ke beberapa jam sebelum terjadi aksi teror dan upaya pembunuhan terhadap Andrie Yunus," jelas dia.
Dari 16 OTK yang berhasil diidentifikasi, dibagi menjadi empat kelompok utama:
- Kelompok eksekusi dengan nomor OTK 1, 2, 3, 4, 5 yang bertindak sebagai algojo dan pendukung.
- Kelompok pengintai jarak dekat dengan nomor OTK 6, 7, 8, 9, 10 yang memantau lokasi dari dekat.
- Kelompok pemandu dan koordinator termasuk OTK 11 sebagai pemandu lokal, OTK 12 sebagai koordinator lapangan, dan OTK 13 sebagai pemandu lokasi.
- Tim komando dan pengintai jarak jauh dengan nomor OTK 14, 15, 16 yang mengkoordinasikan operasi dari jarak jauh.
Indikasi Keterlibatan Sipil dan Barang Bukti
Ravio meyakini ada keterlibatan sipil dalam operasi ini, berdasarkan temuan seperti OTK 16 yang diduga merupakan sipil dari kepemilikan sepeda motor yang diabaikan. "Kami harus menyampaikan kepada TAUD bahwa ada indikasi kuat keterlibatan sipil dalam operasi ini," tegasnya.
Selain itu, investigasi juga mengungkap barang bukti yang digunakan pelaku, seperti wadah air keras, helm yang dipakai pelaku yang diduga terkena air keras, serta 13 sepeda motor dan 2 mobil yang diduga digunakan. Barang bukti milik Andrie Yunus termasuk helm, tas, pakaian dalam, kacamata, dan foto kondisi motor yang meleleh di bagian spedometer juga ditemukan.
Daftar 16 OTK yang Teridentifikasi
Berikut ini rincian 16 OTK yang teridentifikasi dari investigasi independen TAUD:
- OTK 1 alias eksekutor pengendara berperan sebagai algojo. Identitas: Budi Hariyanto Widhi Cahyono.
- OTK 2 alias eksekutor penyiram berperan sebagai algojo. Identitas: Muhammad Akbar Kuddus.
- OTK 3 atau abang gojek peran pemindai. Terlihat di Jalan Mendut, Taman Diponegoro, SPBU Cikini, dan TKP. Identitas masih ditelusuri.
- OTK 4 alias kumis bleki berperan sebagai pemindai. Terlihat di lokasi serupa, identitas masih ditelusuri.
- OTK 5 alias buncit oranye yang berperan pengawalan. Menggunakan Supra Fit silver-biru, identitas ditelusuri.
- OTK 6 alias yankee brewok dengan pengintaian. Terlihat di Halte Megaria dan sekitarnya, identitas ditelusuri.
- OTK 7 alias flanel pitak peran pengintaian. Terlihat di Halte Megaria dan Taman Diponegoro, identitas ditelusuri.
- OTK 8 alias hoodie abu-abu dengan peran pengintaian. Terlihat di Jalan Mendut, identitas ditelusuri.
- OTK 9 alias parasut dongker dengan peran pengintaian. Terlihat di Jalan Mendut, identitas ditelusuri.
- OTK 10 alias cepak otot dengan peran pengintaian. Terlihat di Jalan Mendut dan Taman Diponegoro, identitas ditelusuri.
- OTK 11 alias celana cingkrang yang berperan sebagai pemetaan. Terlihat di Jalan Mendut dan Taman Diponegoro, identitas ditelusuri.
- OTK 12 alias botak polo yang berperan sebagai koordinator lapangan. Terlihat di Taman Diponegoro, identitas ditelusuri.
- OTK 13 alias rompi krem yang berperan sebagai pemetaan. Terlihat di Taman Diponegoro, identitas masih ditelusuri.
- OTK 14 alias hitam khaki yang berperan sebagai pengintaian. Terlihat di Jalan Diponegoro dan Jalan Kimia, identitas masih ditelusuri.
- OTK 15 alias jaket biru yang berperan sebagai pengintaian. Terlihat di Jalan Diponegoro dan Jalan Kimia, identitas ditelusuri.
- OTK 16 alias helm kuning yang mempunyai peran sebagai pengintaian. Terlihat di Jalan Diponegoro, identitas masih ditelusuri.
Investigasi ini diharapkan dapat mendukung proses hukum yang sedang berjalan, dengan harapan semua pelaku dapat diungkap dan diadili sesuai ketentuan yang berlaku.



