Polisi Tangkap Penimbun BBM di Pontianak, Jual Pertalite Rp17 Ribu per Liter
Polisi berhasil mengamankan seorang pelaku penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Aksi penangkapan ini dilakukan saat warga setempat tengah mengalami kesulitan mendapatkan BBM hingga harus mengantre berjam-jam di sejumlah SPBU.
Modus Operandi Penimbunan
Pelaku diketahui menjalankan aksinya dengan cara mengantre di berbagai SPBU menggunakan mobil pick up. Kasatreskrim Polresta Pontianak, AKP Happy Margowati Suyono, menjelaskan bahwa pelaku diamankan pada Jumat (21/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di kawasan Jalan Karet, Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat.
"Petugas mengamankan satu orang pelaku, satu unit kendaraan pick up, serta sembilan jerigen yang diduga berisi Pertalite," kata Happy seperti dilansir dari sumber berita lokal. Dari hasil pemeriksaan, sembilan jerigen tersebut masing-masing memiliki kapasitas 35 liter, namun hanya tiga jerigen yang benar-benar berisi BBM.
Volume dan Harga Jual Ilegal
Total BBM yang berhasil diamankan oleh pihak kepolisian mencapai sekitar 90 liter. Pelaku kemudian menjual Pertalite tersebut melalui kios Pertamini dengan harga yang jauh melampaui ketentuan resmi, yaitu berkisar antara Rp12.000 hingga Rp17.000 per liter.
Harga ini terpaut sangat jauh dari harga eceran resmi yang ditetapkan pemerintah, yang menyebabkan kerugian bagi masyarakat dan mengganggu stabilitas pasokan BBM bersubsidi di wilayah tersebut.
Dampak terhadap Masyarakat
Aksi penimbunan ini terjadi di tengah kondisi kelangkaan BBM yang dialami warga Pontianak dan sekitarnya, termasuk Kabupaten Kubu Raya. Banyak warga harus rela mengantre panjang selama berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM bersubsidi yang seharusnya mudah diakses.
Penangkapan ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mengembalikan ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat yang membutuhkan. Polisi juga terus melakukan pengawasan ketat terhadap praktik-praktik serupa yang mungkin masih terjadi di wilayah lain.



