Lintasan Lari Kotak di Thailand Diselidiki Antikorupsi, Biaya Rp 18 Miliar
Sebuah proyek fasilitas olahraga di Thailand baru-baru ini menjadi sorotan tajam setelah pemerintah daerah membangun lintasan lari dengan desain yang sangat tidak lazim. Alih-alih mengikuti standar internasional yang berbentuk oval, trek tersebut justru dibuat dengan bentuk kotak yang memiliki sudut siku-siku.
Biaya Besar dan Kritik Publik
Proyek yang menelan anggaran sekitar 35 juta baht atau setara dengan Rp 18 miliar ini kini menjadi bahan ejekan luas dari masyarakat. Banyak yang mempertanyakan kegunaan dan fungsionalitas lintasan dengan bentuk demikian, terutama untuk keperluan atletik yang membutuhkan kelancaran gerak.
Otoritas antikorupsi setempat telah meluncurkan penyelidikan mendalam terhadap proyek ini. Mereka akan mengevaluasi proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan pembangunan untuk memastikan tidak ada indikasi penyimpangan atau korupsi.
Lokasi dan Skala Proyek
Lintasan lari kotak ini merupakan bagian dari kompleks olahraga baru yang luasnya mencapai sekitar 16 acre atau setara dengan 64.700 meter persegi. Fasilitas tersebut bernama Padang Besar Municipality Stadium dan terletak di Provinsi Songkhla, Thailand.
Pembangunan stadion ini seharusnya menjadi kebanggaan daerah, namun justru berubah menjadi kontroversi karena desain lintasan yang dianggap tidak praktis. Publik menyoroti bagaimana dana besar bisa dialokasikan untuk proyek dengan hasil yang jauh dari standar.
Implikasi dan TanggapanInsiden ini mengangkat pertanyaan serius tentang tata kelola proyek infrastruktur olahraga di Thailand. Beberapa pihak menduga adanya kesalahan dalam perencanaan atau bahkan potensi kolusi dalam proses tender.
Pemerintah daerah kini berada di bawah tekanan untuk memberikan penjelasan transparan mengenai alasan di balik pemilihan desain kotak tersebut. Mereka juga harus mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran yang tidak sedikit ini di hadapan publik dan otoritas antikorupsi.
