Polisi Dalami WNA Terlibat Prostitusi Anak di Jakarta-Bekasi, Ini Temuannya
Polisi Dalami WNA Terlibat Prostitusi Anak di Jakarta-Bekasi

Polisi terus mendalami kabar mengenai warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam kasus prostitusi anak di wilayah Jakarta dan Bekasi. Informasi ini sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Salah satu temuan awal mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada tahun lalu dan tidak melibatkan anak-anak.

Klarifikasi Polisi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan bahwa untuk wilayah Tamansari, kasus sudah ditangani sejak tahun 2025 sekitar bulan Agustus hingga September. Polsek Tamansari telah melakukan pendalaman dan menemukan bahwa WNA asal Jepang bersama WNI yang terlibat bukan berstatus anak, melainkan sudah dewasa. Keduanya memiliki hubungan komunikasi dan sering bertemu, namun belum ditemukan unsur prostitusi.

“Nah, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat yang mengetahui tentang peristiwa prostitusi terhadap anak, Polda Metro Jaya sangat konsentrasi terhadap perempuan dan anak. Pasti ini menjadi prioritas utama Polda Metro Jaya untuk mendalami. Apabila ada menemukan masyarakat informasi yang valid, yang bisa menjadi barang bukti, menjadi dasar laporan penyelidik untuk menindaklanjuti, segera hubungi layanan 110 kepolisian,” ucap Budi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pengusutan Lebih Lanjut

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengungkapkan bahwa Direktorat Siber bersama Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Polda Metro Jaya sedang mengusut kasus tersebut. “Isu yang beredar ada warga negara asing yang mengeksploitasi anak di satu wilayah, Direktorat Siber dan PPA-PPO sedang mendalami kejadian tersebut,” kata Kombes Budi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (11/5).

Masyarakat diimbau untuk memberikan informasi ke kepolisian terkait kasus dugaan prostitusi anak melalui telepon 110 atau langsung mendatangi kantor polisi. Polisi menegaskan akan menindak tegas setiap pelanggaran hukum. “Kita tidak akan memberikan ruang tentang eksploitasi anak,” tegas Budi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga