KPK Buka Akses Kunjungan Keluarga bagi Tahanan di Momen Idul Fitri
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan fasilitas khusus bagi para tahanan di Rutan KPK untuk menerima kunjungan keluarga pada hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau tahun 2026. Momen kebersamaan ini dihadirkan sebagai bentuk penghormatan terhadap hak asasi manusia meski dalam status sebagai tahanan kasus korupsi.
Antrean Keluarga Tahanan Sejak Pagi Hari
Pantauan di lokasi pada Sabtu, 21 Maret 2026, menunjukkan keluarga dan kerabat para tahanan sudah mulai mengantre di meja registrasi sejak sebelum pukul 10.00 WIB. Mereka datang dengan membawa berbagai makanan khas Lebaran sebagai oleh-oleh untuk saudara mereka yang sedang menjalani masa tahanan.
Pihak rutan dengan ketat memeriksa setiap makanan yang dibawa untuk memastikan keamanan dan keselamatan di dalam lingkungan rutan. Proses ini berjalan tertib meskipun diwarnai haru dan kerinduan.
Kehadiran Keluarga Pejabat Nonaktif
Di antara para pengunjung, terlihat sejumlah keluarga dari mantan pejabat yang sedang menjalani proses hukum. Keluarga Bupati Pati nonaktif Sudewo dan Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang hadir memberikan dukungan.
Yang menarik perhatian adalah kehadiran Mehnaz Nazeera Ashraff, anak dari Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq Rumondang Naibaho. Mehnaz terlihat datang namun memilih untuk tidak merespons pertanyaan wartawan yang mencoba mewawancarainya. Ia terus berjalan tanpa memberikan komentar apapun.
Kesempatan Bertemu yang Terbatas
Sementara itu, Riyan Ahmad Radi (26), anak dari Direktur Utama Industri Hutan V atau Inhutani V Dicky Yuana Rady, bersedia berbagi pengalamannya. Riyan datang bersama keluarga lainnya untuk memanfaatkan kesempatan kunjungan ini.
"Saya habis besuk sama kakak buat ke ayah. Ayah saya soalnya terjerat kasus korupsi waktu setahun lalu, dan sekarang ayah di rutan udah hampir setahun," ujar Riyan saat ditemui di lokasi.
Dia mengaku hanya memiliki waktu sekitar 30 menit untuk bertemu dengan sang ayah. Pertemuan tersebut harus bergantian dengan anggota keluarga lainnya yang juga ingin berkunjung.
"Sempat ketemu sekitar setengah jam lah. Karena ganti-gantian juga sama anggota keluarga yang lain," tuturnya. "Momennya (pertemuannya) baik alhamdulillah, nggak ada kendala, nggak ada kusut-kusut, lancar semua."
Fasilitas Khusus dari KPK
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo sebelumnya telah mengumumkan bahwa layanan ini dibuka sebagai bagian dari komitmen institusi dalam menjunjung prinsip hak asasi manusia. Total terdapat 81 tahanan yang tercatat, dengan rincian 41 orang dari Rutan KPK Gedung Merah Putih (K4) dan 40 orang dari Rutan KPK Gedung C1.
Dari jumlah tersebut, 67 orang di antaranya beragama Muslim dan difasilitasi untuk melaksanakan Salat Id di Gedung Merah Putih KPK yang dimulai pukul 06.30 WIB.
Budi menjelaskan lebih lanjut bahwa layanan pengantaran makanan dibuka dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, sementara kesempatan tatap muka dengan keluarga berlangsung dari pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.
Penegakan Hukum dengan Nilai Kemanusiaan
"Dengan demikian, KPK menegaskan bahwa proses penegakan hukum yang dijalankan tidak mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan, melainkan berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak dasar setiap individu," tegas Budi Prasetyo dalam pernyataannya pada Jumat, 20 Maret 2026.
Kebijakan ini menunjukkan bahwa meskipun tegas dalam memberantas korupsi, KPK tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dengan memberikan kesempatan bagi tahanan untuk tetap terhubung dengan keluarga di momen penting seperti Idul Fitri.
Segala fasilitas yang diberikan tetap memperhatikan aspek keamanan dan tidak mengganggu proses hukum yang sedang berjalan. Ini menjadi bukti bahwa penegakan hukum dan penghormatan terhadap hak asasi manusia dapat berjalan seiringan.



