Keluarga Giuffre Kecam Penangkapan Pangeran Andrew: 'Dia Tak Pernah Jadi Pangeran'
Keluarga Giuffre Kecam Penangkapan Pangeran Andrew

Keluarga Korban Epstein Kecam Penangkapan Pangeran Andrew

Jakarta - Keluarga Virginia Giuffre, salah satu korban dari skandal Jeffrey Epstein, secara keras mengecam mantan Pangeran Inggris Andrew yang baru-baru ini ditangkap oleh pihak kepolisian Inggris. Dalam pernyataan tegas mereka, keluarga Giuffre menuding bahwa Andrew tidak pernah pantas menyandang gelar pangeran.

"Akhirnya, hari ini, hati kami yang hancur telah terangkat dengan berita bahwa tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum, bahkan keluarga kerajaan sekalipun," ungkap saudara-saudara Giuffre dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada CBS News, seperti dilaporkan oleh AFP pada Kamis (19/2/2026). Pernyataan ini menegaskan sikap keluarga yang telah lama berjuang untuk keadilan.

Pandangan Keluarga Giuffre Terhadap Andrew

Keluarga Giuffre dengan jelas menyatakan bahwa mereka tidak pernah menganggap Andrew sebagai seorang pangeran. Mereka menekankan bahwa gelar tersebut tidak relevan dalam konteks kasus ini, terutama mengingat keterlibatan Andrew dalam skandal Epstein yang telah mengguncang dunia.

"Dia tidak pernah menjadi pangeran. Bagi para penyintas di mana pun, Virginia melakukan ini untuk kalian," lanjut anggota keluarga Giuffre dalam pernyataannya. Mereka juga memuji Virginia Giuffre atas kontribusinya dalam mengungkap kasus Epstein, yang telah membantu banyak korban lainnya untuk bersuara.

Detail Penangkapan Pangeran Andrew

Seperti diketahui, kepolisian Inggris melakukan penangkapan terhadap Andrew pada Kamis (19/2) waktu setempat. Operasi ini dilaksanakan di kediaman pribadi Andrew yang terletak di area Norfolk, Inggris bagian timur, menandai eskalasi dalam penyelidikan yang telah berlangsung.

Dalam pernyataan resminya, seperti dilansir BBC dan AFP, Kepolisian Thames Valley mengonfirmasi bahwa penangkapan Andrew Mountbatten-Windsor—nama yang kini digunakannya—dilakukan terkait dugaan pelanggaran dalam jabatan publik. Pelanggaran ini diduga terjadi saat Andrew menjabat sebagai utusan perdagangan Inggris, sebuah posisi yang memicu kontroversi.

"Sebagai bagian dari penyelidikan, hari ini (19/2) kami telah menangkap seorang pria berusia 60-an tahun dari Norfolk atas dugaan pelanggaran dalam jabatan publik," demikian bunyi pernyataan kepolisian, tanpa menyebutkan nama tersangka secara eksplisit. Namun, sumber-sumber terpercaya mengidentifikasi pria tersebut sebagai Andrew.

Kepolisian Thames Valley menambahkan, "Pria tersebut berada dalam penahanan kepolisian saat ini. Kami tidak akan menyebutkan nama pria yang ditangkap, sesuai dengan pedoman nasional," menunjukkan protokol ketat yang diikuti dalam kasus ini. Selain penangkapan, pihak kepolisian juga melakukan sejumlah penggeledahan yang berkaitan dengan Andrew, memperluas lingkup investigasi untuk mengumpulkan bukti lebih lanjut.

Insiden ini menyoroti betapa seriusnya otoritas Inggris dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan figur publik, sekaligus memberikan harapan bagi keluarga korban seperti Giuffre bahwa keadilan dapat ditegakkan tanpa memandang status sosial.