TNI Tetapkan 4 Anggota Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus KontraS
TNI telah menahan empat orang anggotanya yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Keempat anggota tersebut saat ini menjalani pemeriksaan intensif di Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI, menyusul penyelidikan internal yang menemukan sejumlah kejanggalan.
Identitas dan Latar Belakang Anggota TNI yang Diamankan
Empat anggota TNI yang diamankan mencakup perwira dengan pangkat bervariasi, yaitu:
- Kapten NDP
- Letnan Satu (Lettu) SL
- Letnan Satu (Lettu) BHW
- Sersan Dua (Serda) ES
Menurut Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto, keempatnya merupakan bagian dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dan berasal dari matra TNI Angkatan Laut (AL) serta TNI Angkatan Udara (AU). Penetapan mereka sebagai terduga pelaku didasarkan pada hasil penyelidikan internal yang dilakukan oleh TNI sendiri.
Proses Penyelidikan dan Temuan Kejanggalan
Mayjen Yusri menjelaskan bahwa awal mula penetapan terduga pelaku dimulai dari penyelidikan di internal TNI. "Dari hasil penyelidikan internal itu kita melihat ada beberapa kejanggalan. Sehingga dari kejanggalan itu kita kembangkan, muncullah yang diduga empat tersangka tersebut," ucapnya dalam konferensi pers.
Ia menegaskan bahwa pihaknya masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait keberadaan terduga pelaku di lokasi kejadian serta bukti-bukti yang mendasari penetapan mereka. "Kita masih mendalami karena kan baru tadi pagi nih diserahkan ke kita ini sedang proses penyidikan," jelas Yusri, menekankan bahwa penyelidikan masih dalam tahap pendalaman.
Rekaman CCTV dan Jumlah Pelaku
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, terlihat dua orang eksekutor yang menyiramkan air keras pada Andrie Yunus. Mayjen Yusri membenarkan hal ini, namun menambahkan bahwa peran dua anggota lainnya masih dalam penyelidikan. "Betul kalau dari hasil CCTV kan ada dua orang nih yang melakukan. Nah yang dua lagi di mana dan sebagai apa nanti kan masih kita dalami ya," tegasnya.
TNI berjanji akan membeberkan peran masing-masing dari keempat anggota yang diduga terlibat dalam kasus ini. "Jadi kita akan nanti akan sampaikan dari keempat pelaku ini siapa berbuat apa kemudian masing-masing perannya apa kan kita juga belum tahu," ungkap Yusri, menandakan bahwa investigasi masih berlangsung untuk mengungkap detail lebih lanjut.
Kasus ini mencuat setelah insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, yang merupakan aktivis dari organisasi KontraS. TNI menunjukkan komitmennya untuk menindak tegas anggota yang terlibat dalam tindakan kriminal, dengan proses hukum yang transparan melalui Puspom TNI.



