Tiga Pekerja Tewas di Gorong-Gorong Cipayung Diduga Keracunan Gas
Tiga Pekerja Tewas di Gorong-Gorong Cipayung

Tiga pekerja tewas di dalam gorong-gorong saat melakukan pembersihan sumur bor milik PDAM di Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis (9/7/2026). Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.20 WIB. Kapolsek Cipayung Kompol Saut Paruliang Tobing membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan bahwa ketiga korban ditemukan oleh rekan kerja mereka dalam keadaan sudah meninggal dunia.

"Betul tiga orang," kata Saut kepada wartawan pada hari yang sama. Ketiga korban saat itu tengah bertugas mengecek dan membersihkan sumur bor dengan masuk ke dalam gorong-gorong. Rekan mereka yang berada di lokasi kemudian menemukan mereka sudah tidak bernyawa. "Kejadian pukul 10.20 WIB, korban ditemukan sesama rekan mereka yang saat itu ada di TKP," ujar Saut.

Evakuasi dan Penyelidikan

Petugas Gulkarmat (Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) Jakarta Timur diterjunkan untuk mengevakuasi ketiga jenazah dari dalam gorong-gorong. Setelah berhasil dikeluarkan, ketiga korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri (RS Polri) oleh tim Inafis Polres Metro Jakarta Timur untuk proses identifikasi lebih lanjut. "Tiga korban langsung dibawa oleh Inafis Polres ke RS Polri untuk identifikasi selanjutnya," kata Saut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian ketiga pekerja tersebut. Dugaan sementara, mereka tewas akibat menghirup gas beracun yang terkumpul di dalam gorong-gorong. Belum ada pernyataan resmi mengenai jenis gas yang diduga menjadi penyebab, namun kasus serupa sering kali melibatkan gas metana atau hidrogen sulfida yang dapat mematikan dalam ruang tertutup.

Keselamatan Kerja Jadi Sorotan

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya prosedur keselamatan kerja, terutama bagi pekerja yang harus masuk ke ruang terbatas seperti gorong-gorong atau sumur. Pekerjaan semacam itu memerlukan alat pelindung diri (APD) yang memadai, termasuk detektor gas dan tabung oksigen, serta prosedur evakuasi darurat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan dari pihak PDAM atau kontraktor terkait langkah-langkah keselamatan yang diterapkan.

Ketiga jenazah kini berada di RS Polri untuk menjalani autopsi dan identifikasi lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian. Polres Metro Jakarta Timur juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk rekan kerja korban yang pertama kali menemukan mereka. Hasil penyelidikan diharapkan dapat memberikan gambaran jelas mengenai insiden ini dan mencegah kejadian serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga