Polisi resmi menetapkan Ilham (50), sopir truk yang terlibat tabrakan maut di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, sebagai tersangka. Kecelakaan yang terjadi pada Jumat (17/7/2026) itu melibatkan delapan kendaraan dan mengakibatkan empat orang meninggal dunia serta delapan orang luka-luka.
Kronologi Kecelakaan
Peristiwa nahas terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di Jalan Jamin Ginting Km. 44-45, Desa Suka Makmur, Kecamatan Sibolangit, tepatnya di depan Rumah Makan Garuda Grand Hill. Truk bermuatan galon air mineral yang dikemudikan Ilham melaju dari arah Karo menuju Kota Medan. Saat itu kondisi jalan cukup padat. Truk tiba-tiba kehilangan kendali dan menabrak delapan kendaraan di depannya secara beruntun, menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa.
Penetapan Tersangka
Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sri Lestari Widodo, mengonfirmasi bahwa Ilham telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polrestabes Medan. "Benar sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan. Untuk kernetnya masih dalam pemeriksaan," ujarnya kepada CNN Indonesia, Minggu (19/7/2026).
Tersangka dijerat dengan Pasal 310 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, karena diduga lalai dalam mengemudikan kendaraan hingga mengakibatkan kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. "Penetapan tersangka setelah penyidik mengumpulkan bukti, memeriksa beberapa saksi hingga menganalisis rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian," jelas AKBP Sri Lestari Widodo.
Korban Meninggal dan Luka-luka
Empat korban meninggal dunia diidentifikasi sebagai Heppi Sitinjak (60), Dinaria Manik (60), Samsir Sitinjak (30), dan Anton Simorangkir. Delapan korban luka-luka terdiri dari Siti Mawan (61) dan Pebrianto Siburian (31) yang dirawat di puskesmas, serta enam orang lainnya yang dirujuk ke RSUP H Adam Malik Medan: Rafika Lince (41), Harta Ulina (50), Seventri Amandasari Manihuruk (27), Five Sitinjak (11), Gabe Roida Sitinjak (18), dan Rinto Sitinjak (23).
Dampak Lalu Lintas dan Evakuasi
Kecelakaan menyebabkan kemacetan total karena kendaraan yang terlibat menutupi badan jalan. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi korban, mengatur arus lalu lintas, dan mengamankan kendaraan yang terlibat. Seluruh kendaraan berhasil dievakuasi ke sisi kanan dan kiri jalan. "Saat ini arus lalu lintas dua arah dari Medan dan Tanah Karo sudah berjalan lancar," papar AKBP Sri Lestari Widodo. Proses penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan masih terus dilakukan.



