Polres JakTim Buka Posko Pengaduan Korban WO Marwah
Polres JakTim Buka Posko Pengaduan Korban WO Marwah

Polres Metro Jakarta Timur membuka posko pengaduan bagi para korban yang diduga ditipu oleh wedding organizer (WO) Marwah Catering Service. Dugaan penipuan ini terjadi di Bekasi, Jawa Barat.

Posko Pengaduan Dibuka

Kasubbid Penmas Humas Polda Metro Jaya Kompol Andaru Rahutomo menyatakan bahwa posko ini dibuka karena jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah. Posko tersebut juga bertujuan memudahkan penghitungan total kerugian yang dialami korban.

“Silakan, bagi para korban untuk melapor dan akan dilayani dengan maksimal,” ujar Andaru kepada wartawan, Selasa (26/5).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia menjelaskan bahwa saat ini sejumlah calon pengantin mulai berdatangan ke polisi setelah mengetahui kantor WO yang mereka gunakan tutup secara mendadak. Pengelola WO juga dilaporkan tidak ada di kediamannya.

Pemburuan Pelaku

Andaru mengatakan penyidik tengah memburu keberadaan pemilik WO yang juga menjadi terlapor dalam kasus ini. Hal ini dilakukan untuk melengkapi unsur pidana dalam perkara tersebut.

“Sementara ini tim masih bekerja untuk mencari keberadaan dari pelaku sembari melengkapi fakta-fakta temuan yang ada,” ujarnya.

Hingga saat ini, enam orang saksi telah diperiksa. Dalam waktu dekat, pihak penyedia gedung juga akan diperiksa untuk menelusuri apakah ada komunikasi dengan WO terkait pelaksanaan acara.

Kronologi Kasus

Kasus dugaan penipuan ini mencuat setelah pasangan Aldi (32) dan Feny (32) viral di media sosial. Pesta pernikahan mereka gagal digelar pada Sabtu (23/5) di Gedung Islamic Center, Kota Bekasi.

Aldi dan Feny mengaku telah membayar paket pernikahan kepada Marwah Catering Service sebesar Rp85,5 juta. Namun, saat hari acara tiba, tidak ada satu pun vendor yang datang ke lokasi. Vendor dekorasi, katering, hiburan, fotografer, hingga videografer yang dijanjikan tidak pernah muncul. Akibatnya, akad nikah tetap berlangsung secara sederhana tanpa resepsi.

Korban kemudian melapor ke Polres Metro Jakarta Timur pada Minggu (24/5) malam dengan membawa bukti berupa percakapan digital, bukti transfer pembayaran, dan surat pernyataan dari pihak WO.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga