Polisi Panggil Terduga Peneror Tetangga di Depok Hari Ini
Polisi Panggil Terduga Peneror Tetangga di Depok

Polisi menjadwalkan pemeriksaan terhadap terduga pelaku teror tetangga di Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, pada Senin, 20 Juli 2026. Surat panggilan telah dikirimkan kepada terlapor untuk dimintai keterangan.

Korban dan Saksi Telah Diperiksa

Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra menyatakan bahwa pelapor atau korban telah diperiksa bersama lima saksi lainnya yang mengetahui peristiwa teror tersebut. "Pelapor sudah diambil keterangan berikut 5 orang saksi yang mengetahui kejadian tersebut," ujarnya kepada wartawan, Senin (20/7/2026).

Korban membuat laporan polisi pada Rabu, 15 Juli 2026, atas teror yang dialaminya. Polisi juga telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan barang bukti. "Penyidik telah melakukan cek TKP mengumpulkan barang bukti," kata Hendra.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Teror yang Viral

Rumah keluarga Azis Suraji di Pancoran Mas, Depok, menjadi sasaran teror tetangganya. Aksi tersebut viral di media sosial setelah rekaman CCTV memperlihatkan seorang pria melempar helm ke rumah korban. Pria itu juga terlihat mondar-mandir menggunakan motor di depan pagar rumah korban sebelum melempar helm.

Pada hari berbeda, pria yang sama membuang sampah ke rumah korban. Warga sempat berusaha melerai, namun terjadi keributan. Teror ini membuat keluarga Azis menjual rumah mereka.

Pengakuan Korban

Anak Suraji, Novita (29), menceritakan bahwa tetangganya kerap berulah di depan rumah. Pagar rumah mereka rusak akibat ditendang tetangganya pada 15 Juli 2026. "Itu (perusakan pagar) barusan yang tanggal 15 yang kemarin. Itu baru. (Pakai) kaki, ditendang," kata Novita ditemui di rumahnya, Jumat (17/7).

Novita mengungkapkan bahwa keluarganya pernah diteror dengan golok saat Lebaran. Ia juga mengatakan hampir setiap hari mengalami gangguan verbal. "Sampai pas Lebaran aja pernah kita dibawain golok. Keluarga lagi pada kumpul di rumah, dibawain golok. Banyak saksi hidup, keluarga saya masih pada hidup. Sayangnya belum ada CCTV," ucap Novita. "Kalau untuk verbal itu hampir setiap hari kalau verbal ya," tambahnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga