Polisi Gagalkan Rencana Tawuran Sarung di Bogor, Satu Motor Diamankan
Polisi Gagalkan Tawuran Sarung di Bogor, Motor Disita

Polisi Gagalkan Rencana Tawuran Sarung di Bogor, Satu Motor Diamankan

Polisi berhasil membubarkan sekelompok pemuda yang diduga hendak melakukan tawuran sarung di Desa Baru Tulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Aksi ini digagalkan setelah aparat menerima laporan warga mengenai kerumunan remaja yang mencurigakan di wilayah tersebut pada Sabtu (14/3/2026).

Laporan Darurat dan Respons Cepat Polisi

Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna menjelaskan bahwa informasi awal diterima oleh SPKT Polsek Nanggung dari SPKT Polres Bogor. "Laporan tersebut diterima melalui layanan darurat kepolisian. Pengaduan warga menyebutkan adanya sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan tawuran sarung di wilayah tersebut," ujarnya.

Petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk mengantisipasi gangguan terhadap keamanan dan ketertiban umum. Sebelum tiba, mereka melakukan koordinasi dengan Kepala Desa dan Ketua RT setempat guna memastikan kondisi wilayah serta memperoleh informasi tambahan dari masyarakat sekitar.

Pembubaran dan Pengamanan Kendaraan

Benar saja, polisi menemukan sejumlah remaja yang bergerombol dengan dugaan kuat akan melakukan tawuran. "Aparat kepolisian kemudian melakukan tindakan cepat dengan membubarkan para remaja tersebut guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," jelas Kapolsek.

Setelah dibubarkan, para pemuda tersebut melarikan diri dari lokasi. Polisi berhasil mengamankan satu unit sepeda motor jenis Honda Vario berwarna hitam tanpa pelat nomor yang diduga milik salah satu remaja yang terlibat. Kendaraan itu kemudian diamankan ke Mapolsek Nanggung untuk dilakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut.

Imbauan kepada Orang Tua dan Masyarakat

Polisi mengimbau orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, khususnya pada malam hari. "Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Kami mengimbau kepada para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari, sehingga potensi terjadinya aksi tawuran dapat dicegah sejak dini," pungkas Ucup Supriatna.

Kejadian ini menegaskan pentingnya peran aktif warga dalam melaporkan kegiatan mencurigakan kepada pihak berwajib. Dengan koordinasi yang baik antara polisi, pemerintah desa, dan masyarakat, insiden tawuran yang dapat meresahkan warga berhasil diantisipasi sebelum meluas.